BPBD Garut Catat 362 Bencana Terjadi Pada Periode 1 Januari Hingga 31 Juli 2026

Rumah Ambruk di Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. (Istimewa)
Rumah Ambruk di Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, mencatat kejadian bencana yang terjadi di Garut pada periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026 tercatat 362 bencana.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah.

Menurutnya, dengan 362 bencana tersebut juga tercatat 6.456 jiwa yang terdampak dan 2.907 Kepala Keluarga (KK).

Baca Juga:DPRD Garut Soroti Perbaikan 13 Ruas Jalan, Full Menggunakan APBD Murni 2026PAD Garut Tembus 50 Persen, Bapenda Bidik Capaian di Atas 90 Persen

“Total dampak terhadap manusia 6.456 Jiwa dengan 2.907 Kk yang tersebar di 41 kecamatan dan 199 desa/kelurahan,” ujarnya saat diwawancarai di Komplek Pendopo Garut, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia mengatakan, untuk Garut dari beberapa waktu kebelakang masih Siaga Darurat kebencanaan kekeringan, sehingga dari awal Januari 2026 masih didominasi dengan bencana longsor.

“Karena siaga daruratnya mulai bulan Mei kemarin, jadi didominasi masih oleh longsor, sebelumnya Hidrometeorologi basah,” katanya.

Namun, kalau untuk bencana Kekeringan puncaknya akan terjadi pada bulan September – Oktober 2026.

“Karena dampak El Nino ini akan sampai Desember. Dipersiapkan lah, jadi mungkin kekeringan ini akan cukup panjang,” lanjutnya.

Aah menjelaskan, berbagai bencana yang terjadi dan jiwa yang terdampak dari total bencana sebanyak 362 dengan 6.456 Jiwa yang terdampak dan 2.907 Kk.

“Meliputi 47 Bencana Banjir dengan 1.426 jiwa terdampak dan 478 KK, 96 Cuaca Ekstrem dengan 629 jiwa terdampak dan 220 KK, 1 Kegagalan Teknologi dengan 3 jiwa terdampak dan 2 KK, 1 Kebakaran Gedung dan 8 Karhutla dengan tidak ada jiwa terdampak, 6 Kekeringan dengan 3.483 jiwa terdampak dan 1.073 KK, 203 Tanah longsor dengan 915 jiwa terdampak dan 324 KK,” jelasnya.

Baca Juga:Atasi Kenakalan Remaja, Bupati Garut Segera Terbitkan SK Jam Malam Bagi PelajarBus Padati Sukaregang Tiap Weekend, Dishub Garut Cari Lahan Parkir Terpusat

Sedangkan, kata Aah, untuk total rumah yang mengalami kerusakan ada sekitar 1.014 rumah yang ikut terdampak.

“Seperti 426 rumah terendam, 137 rumah terancam, 371 rumah rusak ringan, 43 rumah rusak sedang, 37 rumah rusak berat ya,” ucapnya.

Sementara untuk fasilitas umum lainnya, lanjut Aah, ada beberapa fasilitas umum yang terdampak, seperti dari mulai fasilitas keagamaan, pendidikan, TPT, lahan pertanian bahkan ad jaringan irigasi yang ikut terdampak.

“Kalau untuk fasilitas umum seperti 8 fasilitas keagamaan terdampak, 11 unit fasilitas pendidikan terdampak, 53 unit Tembok Penahan Tanah (TPT) terdampak, 118,77 Hektare lahan pertanian terdampak, 52 titik lokasi jaringan jalan terdampak, 20 unit jaringan irigasi terdampak, dan 16 unit jembatan ikut terdampak,” sambungnya.

0 Komentar