GARUT – Harapan keluarga korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kembali dihadapkan pada ketidakpastian. Setelah berlangsung selama 53 hari, operasi pencarian oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dilaporkan resmi dihentikan, sementara sembilan korban asal Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, hingga kini belum ditemukan.
Penghentian operasi pencarian tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Pasalnya, mereka masih berharap anggota keluarganya yang menjadi korban kecelakaan kapal dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin dapat ditemukan, meskipun dalam kondisi meninggal dunia.
Sekretaris Desa Situsaeur, Ade Lukman, mengungkapkan bahwa pemerintah desa awalnya mengetahui informasi penghentian operasi pencarian melalui pemberitaan yang beredar di media sosial.
Baca Juga:Hujan Mulai Turun, Petani Garut Kembali Garap Sawah Usai 170 Hektare Lahan Gagal PanenDisnakertrans Catat Program MBG Serap 8.750 Tenaga Kerja, Dengan Gaji Diatas UMK Garut
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, pihaknya kemudian berupaya menghubungi Basarnas secara langsung.
Dari hasil komunikasi tersebut, Ade mengaku mendapatkan konfirmasi bahwa operasi pencarian telah resmi ditutup setelah berlangsung selama 53 hari.
“Dan jawabannya bahwa betul operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas selama 53 hari sudah ditutup secara resmi di hari ke-53,” ujar Ade saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Garut, Kamis (5/11/2026).
Ade menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Basarnas, sebanyak sembilan warga Desa Situsaeur yang sebelumnya masih dalam proses pencarian kini dinyatakan berstatus hilang.
Perubahan status tersebut menjadi kabar berat bagi keluarga yang selama ini menunggu perkembangan pencarian anggota keluarganya.
Meski operasi pencarian telah dihentikan, Ade menyebut masih terdapat kemungkinan dilakukannya pencarian lanjutan apabila proses salvage atau penanganan dan pengangkatan bangkai kapal dilaksanakan.
Menurutnya, Basarnas telah menyampaikan bahwa operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila proses tersebut dilakukan.
Baca Juga:Tanah Retak Akibat Kemarau Panjang, Pemkab Garut Siaga Hadapi Ancaman Longsor Dimusim HujanCegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Penyelamat di Kawasan Wisata Pantai Selatan
“Tetapi kita juga kebingungan karena tidak ada kepastian kapan operasi salvage itu dilakukan,” ungkapnya.
Ade mengatakan, proses salvage kini menjadi salah satu harapan terakhir keluarga untuk mengetahui keberadaan sembilan warga Garut yang belum ditemukan.
Terlebih, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat dugaan bahwa sebagian korban masih terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena proses pemeriksaan dan evakuasi terhadap bangkai kapal belum dilakukan.
