GARUT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut terus memperkuat sistem keselamatan wisatawan di kawasan pantai selatan. Salah satunya dengan menyiapkan tenaga penyelamat tambahan melalui program pelatihan sukarelawan untuk mengantisipasi kecelakaan laut, terutama wisatawan yang terseret ombak saat berenang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan, mengingat kawasan pantai selatan Garut memiliki karakteristik ombak yang perlu diwaspadai serta wilayah wisata yang cukup luas.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan keberadaan tenaga penyelamat yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengelolaan destinasi wisata pantai.
Baca Juga:Terima Aksi Demo AMPGB, Yudha Sebut Kebijakan Fiskal Pusat Hambat Optimalisasi Pelayanan Publik GarutGarut Bidik Tambahan 400 Tempat Tidur, Klinik Utama Rotinsulu Direncanakan Jadi Rumah Sakit
Menurutnya, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar berbagai insiden kecelakaan laut yang selama ini kerap terjadi di kawasan wisata pantai selatan dapat diminimalkan.
“Setidaknya kita bisa melakukan pencegahan sehingga bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang selama ini sering terjadi di wilayah pantai di selatan,” ujar Beni.
Beni menjelaskan, Kabupaten Garut memiliki garis pantai yang cukup panjang, membentang dari kawasan perbatasan Kabupaten Cianjur hingga Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan kondisi geografis tersebut, pengawasan terhadap aktivitas wisatawan menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah pengunjung pada akhir pekan maupun musim liburan.
Karena itu, menurutnya, keberadaan petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) perlu diperkuat melalui keterlibatan masyarakat setempat sebagai sukarelawan penyelamat pantai.
Para sukarelawan tersebut nantinya akan mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyelamatan serta penanganan awal terhadap wisatawan yang mengalami kecelakaan di kawasan pantai.
Beni mengungkapkan, pelatihan akan melibatkan petugas Balawista yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Selain itu, Disparbud juga akan menggandeng tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk memberikan materi pertolongan pertama dalam kondisi darurat.
Baca Juga:Status Tanggap Darurat Kekeringan Berakhir, Pemkab Garut Mulai Petakan Wilayah Terdampak Kemarau PanjangPemkab Garut Resmi Hentikan Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasir Bajing, DLH Terus Tangani Sisa Asap
Dengan adanya pembekalan tersebut, para sukarelawan diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi wisatawan yang membutuhkan pertolongan.
“Selebihnya untuk pertolongan darurat di lapangan itu dilakukan secara mandiri oleh Balawista yang sudah tersertifikasi yang kita tunjuk,” jelasnya.
Beni menyebutkan, penguatan tenaga penyelamat menjadi semakin penting seiring berkembangnya sejumlah destinasi wisata pantai di Kabupaten Garut.
