Hujan Mulai Turun, Petani Garut Kembali Garap Sawah Usai 170 Hektare Lahan Gagal Panen

Petani sedang memupuk sawah. (Feri/Radar Garut)
Petani sedang memupuk sawah. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Turunnya hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut dalam sepekan terakhir membawa harapan baru bagi para petani yang sebelumnya terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sejumlah lahan persawahan yang sempat tidak dapat ditanami kini mulai kembali diolah sebagai persiapan menghadapi musim tanam padi.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut pun mulai mendorong kelompok tani untuk mempercepat pengolahan lahan agar kegiatan penanaman dapat segera dilakukan ketika ketersediaan air sudah mencukupi.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan aktivitas pengolahan lahan mulai terlihat di sejumlah wilayah menyusul hujan yang beberapa kali mengguyur Kabupaten Garut.

Baca Juga:Cegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Penyelamat di Kawasan Wisata Pantai SelatanPemkab Garut Pangkas TPP Seluruh ASN 15 Persen, Anggarannya Dialihkan untuk Pembangunan

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi petani untuk mempersiapkan lahan setelah sebelumnya mengalami keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.

“Saat ini petani sudah mulai melakukan olah tanah serentak,” ujar Ardhy.

Ardhy menjelaskan, musim kemarau sebelumnya memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian, terutama pada lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber pengairan.

Keterbatasan air membuat sebagian petani tidak dapat melakukan penanaman sesuai jadwal. Bahkan, sejumlah lahan yang telah ditanami mengalami kerusakan akibat kekeringan hingga menyebabkan gagal panen.

Berdasarkan catatan Dispertan Garut, sekitar 170 hektare lahan pertanian mengalami puso atau gagal panen akibat kondisi kekeringan tersebut.

Dampak kemarau itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi jadwal musim tanam dan pencapaian target produksi padi.

Namun, hujan yang mulai turun pada awal November memberikan peluang bagi petani untuk kembali menjalankan aktivitas pertanian.

Baca Juga:Usai Dugaan Keracunan Wisatawan, Disparbud Garut Tingkatkan Sertifikasi Pengelola MakananPUPR Garut Sebut Pemadatan Saat Kemarau Diduga Picu Jalan Penghubung Banjarwangi-Peundeuy Amblas

Meski demikian, Ardhy menegaskan bahwa kegiatan yang saat ini dilakukan sebagian petani masih sebatas pengolahan tanah dan persiapan lahan.

Adapun pelaksanaan penanaman padi tetap harus mempertimbangkan ketersediaan air agar tanaman tidak kembali mengalami kekurangan pasokan air pada masa awal pertumbuhan.

“Kalau untuk penanaman masih melihat kondisi ketersediaan air,” jelasnya.

Menurut Ardhy, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum terjadi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Garut. Karena itu, petani diminta memperhatikan kondisi lahan dan sumber pengairan sebelum memulai penanaman.

0 Komentar