Tanah Retak Akibat Kemarau Panjang, Pemkab Garut Siaga Hadapi Ancaman Longsor Dimusim Hujan

Tanah longsor di Mekarsari - Cilawu Garut. (Istimewa)
Tanah longsor di Mekarsari - Cilawu Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Dengan sudah berakhirnya tanggap darurat Kekeringan, kini Kabupaten Garut mulai memasuki masa transisi peralihan ke musim hujan, sehingga Pemkab Garut mulai melakukan mitigasi bencana tanah longsor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyebutkan Pemkab tengah bersiap menghadapi musim hujan dengan memeriksa daerah rawan longsor serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari lokasi berisiko.

“Kita melihat sudah ada hujan nih, sehingga mudah-mudahan kita antisipasi, kalau memang dipandang kita melihat misalkan ada bencana hidrometeorologi,” ujar Nurdin belum lama ini.

Baca Juga:Garut Bidik Tambahan 400 Tempat Tidur, Klinik Utama Rotinsulu Direncanakan Jadi Rumah SakitStatus Tanggap Darurat Kekeringan Berakhir, Pemkab Garut Mulai Petakan Wilayah Terdampak Kemarau Panjang

Menurutnya, Pemkab Garut belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi lantaran intensitas hujan masih rendah dan hanya terjadi di sejumlah wilayah.

“Kita lihat, sekiranya itu misalkan masif dan memberikan dampak berbagai wilayah, nah kita baru tetapkan, kalau sekarang biasa-biasa saja enggak perlu ditetapkan,” katanya.

Ia mengatakan, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berpotensi memicu bencana alam sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi.

Menurunya, tanah yang retak akibat kekeringan selama musim kemarau perlu diwaspadai karena berpotensi memicu longsor saat hujan turun.

“Kemungkinan besar kan seperti itu (longsor) karena ini kemarau panjang, masif ya kekeringan, dimungkinkan terjadi retakan-retakan tanah akibat dari itu bisa terjadi longsor,” ucapnya.

Nurdin mengungkapkan, sejumlah wilayah di Garut selatan yang mengalami kekeringan hingga tanah retak menjadi daerah rawan longsor saat musim hujan.

“Di selatan yang paling banyak, makanya diantisipasi oleh kita. Saya siagakan teman-teman (aparatur) camat untuk antisipasi wilayahnya,” ungkapnya.

Baca Juga:Pemkab Garut Resmi Hentikan Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasir Bajing, DLH Terus Tangani Sisa AsapTerbantu Program Satu Desa Satu Sarjana, Orangtua Mahasiswa di Garut Tak Pikirkan Biaya Lagi

Ia menambahkan, Pemkab Garut masih memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) 2026 sebesar Rp6 miliar yang diharapkan mampu mendukung penanganan bencana selama musim hujan hingga akhir tahun.

“Kita siapin di angka mudah-mudahan Rp6 miliar itu cukup,” tutup Nurdin. (*)

0 Komentar