GARUT – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap sebanyak 8.750 tenaga kerja yang tersebar di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepanjang 2025.
“Jadi rata-rata SPPG ada yang 40 orang, ada yang 50 orang, tidak sama, total semuanya ada 8.750,” ujar Kadisnakertrans Garut, Nia Gania Karyana.
Ia menyampaikan, program MBG yang digagas pemerintah pusat turut memberikan kontribusi signifikan dalam membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja di berbagai SPPG di Kabupaten Garut.
Baca Juga:Cegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Penyelamat di Kawasan Wisata Pantai SelatanPemkab Garut Pangkas TPP Seluruh ASN 15 Persen, Anggarannya Dialihkan untuk Pembangunan
Menurut Nia, program MBG di era Presiden Prabowo tersebut telah menyerap 8.750 tenaga kerja di SPPG sepanjang 2025, dengan capaian yang dinilai cukup tinggi.
“Itu selama tahun 2025, lumayan besar, untuk tahun ini belum ada datanya,” katanya.
Ia menjelaskan, para pekerja di SPPG berstatus sebagai sukarelawan, berbeda dengan tenaga kerja di sektor industri atau perusahaan yang umumnya memiliki status kepegawaian tetap.
Terkait upah, para pekerja SPPG rata-rata menerima penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan, atau lebih tinggi dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Garut.
“Besar di atas Rp3 jutaan, khusus sukarela SPPG,” katanya.
Ia menambahkan, Disnakertrans Garut terus mendorong perluasan kesempatan kerja sebagai upaya menekan tingkat pengangguran di Kabupaten Garut.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja di Garut tidak hanya berasal dari SPPG, tetapi juga didukung sejumlah sektor industri yang telah beroperasi, dengan industri baru mampu menyerap sekitar 2.000 hingga 3.000 pekerja.
“Kalau ada industri baru itu paling 2.000 sampai 3.000 (tenaga kerja), sekarang Garut belum ada industri yang baru,” tutupnya. (*)
