GARUT – Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Garut mulai dilanda bencana alam yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan, terutama tanah longsor yang menjadi salah satu kejadian yang mendominasi di beberapa lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan pihaknya terus lakukan sosialisasi, dan membuat pencegahan dan kesiapsiagaan terkait kebencanaan.
“Kita lakukan asesman juga terhadap yang terjadi bencana, dan kita koordinasi dengan dinas dan SKPD lain yang sifatnya bisa membantu,” ujarnya saat diwawancarai di Lapangan Setda Garut, Senin, 2 November 2026.
Baca Juga:Garut Dapat Hibah Penyusunan 4 RDTR, Wilayah Perkotaan Hingga Pameungpeuk Jadi Sasaran PerencanaanTerima Aksi Demo AMPGB, Yudha Sebut Kebijakan Fiskal Pusat Hambat Optimalisasi Pelayanan Publik Garut
Ia menyebutkan, sosialisasi tersebut dilakukan melalui surat edaran ke setiap kecamatan dan desa, dan penguatan forum penanganan risiko bencana serta relawan, hingga imbauan resmi maupun melalui media sosial.
“Intinya kita akan melakukan upaya-upaya agar mereka berhati-hati atau kewaspadaan dengan kejadian musim penghujan saat ini,” sebutnya.
Menurut Aah, pihaknya pun saat ini tengah menunggu informasi secara resmi dari BMKG terkait kesiapsiagaan maupun kedaruratan.
Aah menjelaskan, pihaknya telah merekap sebanyak 12 lokasi yang terjadi bencana akibat hujan intensitas tinggi beberapa hari lalu, hasil dari assessment ke lapangan bencana longsor masih mendominasi.
“Kemarin kan tanahnya masih kering, tapi hujannya langsung deras, nah ini tanah jadi tidak kuat, apalagi selatan itu kan tanahnya gembur, lempung, jadi retakan pada saat kering pada saat hujan itu jenuh air,” jelasnya.
Terkait banyak rumah warga yang berada di lereng bukit diwilayah Garut Selatan, kata dia, memang bukan kultur nya akan tetapi keterpaksaan dikarenakan tidak ada lokasi yang ideal.
Menurutnya, masyarakat yang berada di lereng bukik dengan lokasi kemiringan tanah harus bisa memitigasi struktural, artinya dengan membangun rumah di kemiringan harus konsultasi terhadap ahlinya.
Baca Juga:Garut Bidik Tambahan 400 Tempat Tidur, Klinik Utama Rotinsulu Direncanakan Jadi Rumah SakitStatus Tanggap Darurat Kekeringan Berakhir, Pemkab Garut Mulai Petakan Wilayah Terdampak Kemarau Panjang
“Intinya kalau mereka mau membangun rumah dengan kemiringan ya mereka harus paham bagaimana rumah itu dibangun,” katanya.
Selain itu, pihaknya pun mengakui bahwa dari mulai wilayah Talegong, Cibalong, bahkan Banjarwangi termasuk wilayah yang kemiringannya ekstrem, sehingga harus perkuat dan memahami sendiri lokasi tersebut.
