GARUT – Para wisatawan dari luar Garut diduga mengalami muntah-muntah dan diare setelah berlibur di Garut beberapa waktu lalu, pasalnya keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan keluhan tersebut sudah dibahas dengan Dinkes, faktornya diduga berasal dari makanan.
“Memang itu kan sebetulnya kan informasi dari Dinkes kan memang satu berawal dari asal makanan yang dibawa oleh mereka begitu ya,” ujarnya.
Baca Juga:BPBD Garut Rekap 12 Lokasi Terdampak Bencana, Status Tanggap Darurat Belum DitetapkanMusim Hujan Mulai Picu Banjir, BPBD Garut Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi
Menurut Beni, para wisatawan dari luar Garut memang ada jadwal makan di Garut, tetapi kemungkinan juga akibat faktor kondisi tubuh yang lemah.
“Cuman memang ini kan sebenarnya bukan wabah ya, ini musim (diare) ya jadi memang kondisi tubuh segala macam dalam kondisi capek kan juga berpengaruh juga ke kondisi-kondisi yang kemarin terjadi,” katanya.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut juga bukan terjadi di Garut saja, artinya di Kabupaten/kota lain pun terjadi hal yang sama, dikarenakan faktor peralihan musim.
Terkait pengawasan terhadap pengelola makanan di tempat wisata, kata Beni, pihaknya sudah kerjasama dengan Disperindag untuk melakukan pelatihan terkait penguji bahan baku makanan.
Tak hanya itu, pihak Disnaker pun turut membantu untuk melatih para pengelola makanan untuk menguji bahan baku ditingkat kesegaran dan kehigienisan.
“Dan itu sudah ada sertifikatnya, kemarin sudah dapat sertifikat beberapa pengolah hotel dan restoran,” ucap Beni.
Lanjut dia, kerjasama dengan berbagai Dinas terkait akan terus dilanjutkan, guna meningkatkan sertifikasi secara legal terutama untuk pengelola makanan di Garut.
Baca Juga:Tarung Derajat Garut Bidik 16 Medali di Porprov Jabar 2026, Empat Emas Jadi Target UtamaGarut Dapat Hibah Penyusunan 4 RDTR, Wilayah Perkotaan Hingga Pameungpeuk Jadi Sasaran Perencanaan
“Dan ini akan terus kita lanjutkan kerjasama dengan Disnaker untuk meningkatkan sertifikasi secara legal para pengolah makanan di hotel, restoran, dan cafe-cafe yang ada di Kabupaten Garut,” lanjutnya.
Beni mengimbau kepada para wisatawan, sesuai arahan dari Dinkes harus membiasakan mencuci tangan dengan air bersih, dikarenakan bisa mempengaruhi kondisi makanan.
“Air itu juga harus menjaga kebersihan dan sebagainya, nah ini menjaga salah satu himbawan kita kepada wisatawan untuk menjaga kebersihan itu,” imbaunya.
Ia menambahkan, imbaun untuk para penyedia makanan pun harus membeli bahan makanan yang betul-betul bersih, dan dicuci menggunakan air mengalir.
