GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang dinilai turut memperbesar risiko terjadinya bencana alam di Kabupaten Garut. Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan, termasuk kemungkinan penegakan hukum terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Syakur seusai menghadiri apel kesiapsiagaan tanggap bencana yang diinisiasi Polres Garut sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim penghujan.
Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Karena itu, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat.
Baca Juga:Masuki Musim Hujan, Polres Garut Siapkan Pemetaan Daerah Rawan Bencana hingga Penegakan HukumOMOWAY Kumpulkan Puluhan Pengguna Motor Listrik di Bandung, Kenalkan Konsep Mobilitas Pintar Masa Depan
“Siaga kan masalah kewaspadaan. Jadi kita harus waspada, kenapa? Karena sudah mulai terjadi hujan di beberapa tempat. Dan di Garut itu potensi besarnya adalah hidrometeorologi,” ujar Syakur.
Ia meminta masyarakat mulai melakukan langkah sederhana untuk mengurangi risiko bencana, seperti membersihkan saluran air, membenahi irigasi, hingga memastikan sampah tidak menyumbat aliran air.
“Saya minta ke masyarakat juga semuanya mulai melakukan persiapan, terutama pembersihan dan pembenahan saluran irigasi dan saluran sampah. Yang kita khawatirkan itu longsor dan banjir yang selalu terjadi di Kabupaten Garut,” katanya.
Syakur menilai, ancaman bencana tidak selalu disebabkan oleh faktor alam semata. Aktivitas manusia yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana.
Ia bahkan mengingatkan bahwa kerugian akibat bencana jauh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pencegahan.
“Perlu dipahamkan bahwa bencana itu terjadi sebagian besar karena ulah manusia. Sehingga manusia harus bertanggung jawab, dari sekarang harus hati-hati. Kalau sudah terjadi, biasanya biayanya sangat mahal sekali dibandingkan upaya pencegahan,” tegasnya.
Menurut Syakur, kerugian akibat bencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan infrastruktur maupun materi, tetapi juga dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia.
Baca Juga:Persib Hajar Isenmulang 4-0, Dua Gol Luka Menalo Bawa Maung Bandung Dekati Puncak KlasemenPolisi Gerebek Rumah Penjual Miras di Malangbong Garut, 79 Botol Ciu Diamankan
“Kalau ada kejadian bencana yang tidak terkendali, maka sangat merugikan kita, baik material maupun nonmaterial. Kalau material bisa dicari, tapi kalau nonmaterial itu kan orang kehilangan nyawa dan lain-lain,” ungkapnya.
Ia mencontohkan dampak bencana yang pernah terjadi di wilayah Bayongbong, yang menurutnya menimbulkan kerugian cukup besar. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa langkah mitigasi harus lebih diutamakan daripada hanya melakukan penanganan setelah bencana terjadi.
