GARUT – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Garut melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan penganggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut tahun 2026. Pasalnya, anggaran program pengembangan kewirausahaan pemuda senilai Rp2,8 miliar dinilai lebih didominasi pengadaan hewan ternak dan kebutuhan pokok dibandingkan kegiatan peningkatan kapasitas generasi muda.
Bahkan, organisasi mahasiswa tersebut menyindir Dispora Garut dengan sebutan “Dispornak” atau Dinas Pemuda, Olahraga, dan Peternakan, lantaran sebagian besar anggaran kewirausahaan pemuda dialokasikan untuk pengadaan domba, sapi, ayam petelur, ikan, hingga sembako.
Sekretaris PC PMII Kabupaten Garut, Rizky Zidan, mengungkapkan bahwa berdasarkan dokumen Ringkasan Paket/Pengelompokan Belanja Dispora Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2026, terdapat alokasi sebesar Rp2.802.972.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Baca Juga:Anggaran Garut Terpangkas Rp436 Miliar, Bupati Syakur Putuskan TPP ASN Dipotong 15 PersenBupati Garut Soroti Ulah Manusia Jadi Pemicu Bencana, Dorong Penegakan Hukum
Anggaran tersebut tercantum dalam subkegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Penyelenggaraan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda bagi Wirausaha Pemula Tingkat Kabupaten/Kota.
Namun, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp2.620.627.360 atau sekitar 93,49 persen dialokasikan untuk pengadaan bantuan barang kepada kelompok Wira Muda Hebat.
Sementara itu, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pelatihan kewirausahaan hanya sebesar Rp100 juta atau sekitar 3,57 persen dari keseluruhan anggaran.
Menurut Rizky, komposisi anggaran tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Garut, terutama dalam upaya menciptakan generasi muda yang mandiri secara ekonomi.
“Ketika pemerintah seharusnya membangun kapasitas intelektual, kreativitas, kompetensi, dan kemandirian ekonomi generasi muda, Dispora justru lebih dominan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan domba, sapi, ayam petelur, ikan, hingga sembako,” demikian kritik PMII dalam keterangan tertulisnya.
PMII menilai, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan barang perlu diimbangi dengan program penguatan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan inovasi, dan perluasan akses pasar bagi para pemuda.
Berdasarkan rincian pengadaan yang dicermati PMII, terdapat sedikitnya 35 paket pengadaan domba dengan nilai masing-masing berkisar Rp19 juta hingga Rp83 juta.
Baca Juga:Masuki Musim Hujan, Polres Garut Siapkan Pemetaan Daerah Rawan Bencana hingga Penegakan HukumOMOWAY Kumpulkan Puluhan Pengguna Motor Listrik di Bandung, Kenalkan Konsep Mobilitas Pintar Masa Depan
Selain itu, terdapat enam paket pengadaan ayam petelur dengan nilai berkisar Rp20,2 juta hingga Rp91,9 juta, serta tiga paket pengadaan sapi masing-masing senilai Rp54 juta, Rp22,5 juta, dan Rp23,5 juta.
