Musim Hujan Mulai Picu Banjir, BPBD Garut Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

istimewa
Longsor Tutup Jalan Penghubung Peundeuy-Cibalong Garut, Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Akses
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya laporan kejadian banjir di beberapa wilayah akibat hujan, sekaligus mengantisipasi potensi bencana lain seperti tanah longsor yang kerap terjadi saat memasuki musim penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan pihaknya terus memperkuat langkah mitigasi dan pemantauan di sejumlah kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Baca Juga:Garut Dapat Hibah Penyusunan 4 RDTR, Wilayah Perkotaan Hingga Pameungpeuk Jadi Sasaran PerencanaanTerima Aksi Demo AMPGB, Yudha Sebut Kebijakan Fiskal Pusat Hambat Optimalisasi Pelayanan Publik Garut

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Garut yang didominasi wilayah perbukitan dan pegunungan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan, terutama ketika curah hujan meningkat dalam waktu yang cukup lama.

“BPBD Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan, terutama di wilayah yang berdasarkan kejadian sebelumnya cukup rawan mengalami banjir dan tanah longsor,” ujar Aah.

Aah menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Garut, tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Dalam informasi prakiraan yang dirujuknya, periode musim hujan pada akhir 2026 hingga awal 2027 diprediksi berlangsung relatif lebih singkat dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2027.

Kondisi tersebut, menurut Aah, menjadi perhatian pemerintah daerah karena potensi bencana hidrometeorologi dapat meningkat seiring tingginya curah hujan, terutama di kawasan yang memiliki riwayat banjir dan pergerakan tanah.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Garut terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca serta menghimpun data curah hujan dari petugas yang tersebar di berbagai wilayah.

Data tersebut digunakan sebagai salah satu dasar untuk mengidentifikasi potensi ancaman bencana, sehingga langkah penanganan maupun peringatan dini dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga:Garut Bidik Tambahan 400 Tempat Tidur, Klinik Utama Rotinsulu Direncanakan Jadi Rumah SakitStatus Tanggap Darurat Kekeringan Berakhir, Pemkab Garut Mulai Petakan Wilayah Terdampak Kemarau Panjang

“Kami juga terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan instansi terkait agar potensi ancaman dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Selain melakukan pemantauan, BPBD Garut juga meningkatkan koordinasi dengan aparat kecamatan, pemerintah desa, dan instansi terkait guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

0 Komentar