GARUT – Musim kemarau mulai berdampak terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Di Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, hektaran tanaman padi dilaporkan mengering, sementara di wilayah Leuwigoong sumur bor mulai menjadi salah satu solusi menghadapi krisis air.
Di Blok Umbul dan sejumlah areal persawahan lainnya di Desa Cibiuk Kidul, tanaman padi mengalami kekeringan akibat pasokan air irigasi yang terus berkurang.
Saluran irigasi teknis yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah mulai mengering. Para petani sebenarnya telah berupaya mengatur dan mencari aliran air atau ngandir, namun proses tersebut membutuhkan waktu hingga lebih dari enam jam.
Baca Juga:Polisi Gelar Razia Miras, Alkohol hingga Tuak DiamankanAncam Penjaga Warung di Leles, Enday Diamankan Polisi
Kepala Dusun Cibiuk Kidul, Daton, mengatakan keberadaan sumur bor yang telah dibangun pemerintah kini menjadi salah satu harapan utama petani.
“Satu-satunya harapan para petani, sumur bor yang dibuat pemerintah segera dioperasikan. Seperti pengoperasian irigasi di Babakan Serut,” kata Daton.
Sumur bor yang berada di Blok Umbul memiliki kedalaman sekitar 70 meter. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum dapat dioperasikan secara penuh karena masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.
Air bawah tanah dari sumur tersebut membutuhkan tenaga listrik untuk dapat dipompa ke permukaan dan kemudian dialirkan ke areal yang membutuhkan.
Saat dilakukan uji coba, debit air yang keluar disebut cukup besar. Air tersebut sempat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di sekitar lokasi.
Warga berharap setelah seluruh fasilitas pendukung tersedia, keberadaan sumur bor tidak hanya dapat membantu mengairi sebagian areal persawahan di Blok Umbul, tetapi juga menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.
Warga Cibiuk Kidul, Soma, mengatakan mengeringnya saluran irigasi tersier dipengaruhi berkurangnya debit air dari wilayah hulu, khususnya aliran Citikey.
Baca Juga:Ditegur Saat Minum Miras, Pria di Cisompet Diduga Hantam Lansia dengan Batu hingga TewasIbu dan Bayinya Meninggal Karena Aborsi, Pedagang Bakso Diamankan Polisi
Kondisi semakin berat karena sumber air tersebut dimanfaatkan oleh petani dari dua kecamatan.
Dampak kekeringan bahkan membuat sebagian areal sawah yang padinya telah mati di Blok Umbul kini dimanfaatkan anak-anak sebagai lapangan sepak bola.
Petani berharap hujan segera turun sehingga lahan pertanian dapat kembali diolah dan musim tanam berikutnya bisa dimulai.
