RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin, 14 September 2026.
Secara umum, wilayah Garut diperkirakan didominasi kondisi berawan dengan suhu udara yang relatif nyaman, berkisar antara 13 hingga 31 derajat Celsius, tergantung pada ketinggian dan lokasi masing-masing kecamatan.
Kelembapan udara tercatat bervariasi antara 27 hingga 99 persen, yang berpotensi membuat udara terasa lembap di beberapa area, terutama di dataran tinggi.
Baca Juga:Persib Kalah Dramatis 2-1 Oleh Persija di GBKPFI Bentuk Tim di Carita Pantau Pencarian Jurnalis Hilang
Di pusat kota, Kecamatan Garut Kota diprakirakan berawan dengan rentang suhu 16–27°C dan kelembapan 45–96%. Kondisi serupa juga dialami wilayah sekitarnya seperti Karangpawitan, Wanaraja, Tarogong Kaler, dan Tarogong Kidul yang umumnya berawan dengan suhu antara 15–28°C.
Masyarakat di kawasan perkotaan dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, meski peluang hujan lebat tidak secara eksplisit dominan dalam data harian ini.
Sementara itu, beberapa kecamatan di wilayah selatan dan pesisir menunjukkan cuaca yang lebih cerah. Kecamatan Pameungpeuk misalnya, diprakirakan cerah dengan suhu 24–30°C dan kelembapan 54–79%.
Wilayah Cisompet, Cibalong, dan Cikelet juga cenderung cerah hingga berawan tipis dengan suhu yang lebih tinggi, mencapai 20–31°C.
Kondisi ini cocok bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan pantai di selatan Garut.Di dataran tinggi dan wilayah pegunungan seperti Cisurupan, Sukaresmi, Cikajang, Bayongbong, dan Cigedug, cuaca cenderung cerah hingga berawan dengan suhu lebih sejuk, mulai dari 13–25°C.
Kelembapan di beberapa titik bisa cukup tinggi, sehingga warga disarankan membawa jaket atau pakaian hangat terutama pada pagi dan malam hari. Wilayah seperti Samarang dan Pasirwangi juga mencatat kondisi cerah dengan suhu 14–27°C.
BMKG mencatat bahwa pola cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional yang masih dalam masa peralihan. Meskipun tidak ada indikasi hujan lebat ekstrem pada hari ini di sebagian besar wilayah, masyarakat tetap diingatkan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan, petani, nelayan, dan pelaku wisata.
