Kwarcab Garut Nilai Pramuka Jadi Solusi Anak Kecanduan Gadget dan Bisa Tingkatkan Moral

Ketua Kwarcab Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah. (Rizka/Radar Garut)
Ketua Kwarcab Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Di tengah maraknya anak yang lebih akrab dengan gadget dibanding aktivitas di luar ruangan, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut menilai kegiatan Pramuka masih menjadi solusi untuk membentuk karakter, meningkatkan kecakapan hidup, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral generasi muda.

Disamping itu, kegiatan Pramuka saat ini menjadi ekstrakulikuler wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di setiap sekolah, baik itu jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan sesuai kebijakan dari Permendikbud no 63 tahun 2014 dan Permendikdasmen no 13 tahun 2025 memang kegiatan kepramukaan menjadi ekstrakulikuler wajib ditiap sekolah.

Baca Juga:Pencalonan Ketua DPD Golkar Memanas, Nama Aris Hingga Syakur Mencuat ​Alih Status Jalan Pembangunan Garut ke Jalan Provinsi Disambut Positif

Namun, dengan kondisi generasi anak muda sekarang atau Gen Z kegiatan Pramuka disetiap sekolah menjadi tantangan utama.

Menurut Ade, dengan adanya dasar hukum kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah ini memungkinkan untuk terus melakukan kegiatan Pramuka disetiap sekolah, agar tujuan Pramuka tersampaikan.

“Sebagaimana tadi tujuan utamanya gerakan Pramuka yaitu membentuk generasi muda yang berkarakter, yang memiliki kecakapan hidup, sebagai warga negara Kesatuan Republik Indonesia yang baik, sebagaimana janji kita kehormatan kita DasaDharma dan Trisatya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan banyaknya perubahan yang dialami pada generasi muda sekarang diharapkan kegiatan Pramuka masih tetap relevan dalam perkembangan dan perubahannya.

“Dan itu juga tentu dihadapkan pada kondisi kita hari ini yang mungkin kita semua juga sudah maklum benar, paham benar bagaimana banyak terjadi perubahan dalam perikehidupan generasi muda kita,” katanya.

Ade menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi sehingga anak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Pramuka disekolah, terutama dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berimplikasi pada hal positif atau negatif anak.

“Namun, satu sisi kemajuan itu memberikan perubahan yang luar biasa, tetapi tidak hanya pada sisi positif, biasanya diimbangi dengan hal yang negatif,” jelasnya.

Baca Juga:Delapan Siswa Garut Diberangkatkan ke Sekolah Rakyat Soreang BandungBPBD Garut Catat 20 Bencana Terjadi Sepanjang Juli 2026, Karhutla Paling Mendominasi

Ia menambahkan, anak generasi sekarang lebih sering bermain gadget daripada mengikuti kegiatan Pramuka, dengan alasan Pramuka sudah tidak menarik.

Namun, faktanya Pramuka sangat dibutuhkan untuk mengembalikan bahkan meningkatkan moral anak menjadi lebih baik kedepannya.

0 Komentar