GARUT – Distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Garut telah mencapai 50 persen dari total alokasi sekitar 117 ribu ton hingga akhir Juli 2026. PT Pusri Wilayah Jawa Barat memastikan proses penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti dan stok pupuk tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan petani.
Hal tersebut disampaikan oleh Manager Penjualan Area Wilayah Jawa Barat PT Pusri, Teuku Reza Pratama.
Menurutnya, penyaluran pendistribusian pupuk subsidi tersebut tidak ada kendala apapun, sudah tersalurkan ke setiap lini.
Baca Juga:Pencalonan Ketua DPD Golkar Memanas, Nama Aris Hingga Syakur Mencuat ​Alih Status Jalan Pembangunan Garut ke Jalan Provinsi Disambut Positif
“Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti, penyaluran pun kami laksanakan di seluruh lini, baik lini 4, lini 3, kami pastikan, kami jamin di PPTS, di PUD, stok Urea NPK tersedia,” ujarnya saat diwawancarai di halaman Pamengkang Pendopo Garut, Rabu, 5 Agustus 2026.
Reza mengatakan, HET yang kerap menjadi persoalan telah disosialisasikan kepada PUD (Pelaku Usaha Distribusi) dan PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) agar harga pupuk yang diterima petani sesuai ketentuan.
“Dan harga tersebut kami juga sudah sampaikan, petani kadang kan ada yang minta dikirim ke lahannya, ada yang minta dikirim ke rumahnya,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya pun memastikan ke seluruh PPTS bahwa harga yang ditransaksikan itu ialah HET dari Pemerintah.
Ia mengatakan, tidak ada kelangkaan pupuk di Garut. Namun, sejumlah petani belum bisa menerima pupuk subsidi karena belum terdaftar dalam E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
“Dan sudah kami koordinasikan kepada Dinas Pertanian supaya untuk didaftarkan di portal yang akan dibuka 4 bulan sekali sehingga petani tersebut bisa mendapatkan buku subsidi-nya,” ucapnya.
Namun, sebanyak 254 ribu petani di Garut sudah terdaftar dalam E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), sehingga berkah menerima pupuk subsidi.
Baca Juga:Delapan Siswa Garut Diberangkatkan ke Sekolah Rakyat Soreang BandungBPBD Garut Catat 20 Bencana Terjadi Sepanjang Juli 2026, Karhutla Paling Mendominasi
Menurut Reza, untuk pupuk Organik di Garut yang digunakan oleh para petani dari total 600 ton hanya sekitar 10 persen.
“Ya, untuk pupuk organik memang ini masih merupakan PR kami, dari alokasi 600 ton an itu masih sekitar 10% dari total alokasi, dan kami turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada petani bahwa organik ini juga cukup penting untuk digunakan di lahan mereka,” sambungnya.
