GARUT – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menegaskan pembangunan RSUD Limbangan tidak mangkrak. Rumah sakit tersebut tetap ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, meski pada 2026 tidak ada kelanjutan pembangunan fisik akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, mengatakan pembangunan RSUD Limbangan telah dimulai sejak 2020 dan sejak awal direncanakan melalui sejumlah tahapan.
Menurutnya, kesiapan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian bangunan, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan alat kesehatan dan sumber daya manusia.
Baca Juga:Cegah Stunting dan Dorong UMKM, KKN Unpad Luncurkan Program SACANGKIR KOPI di WanajayaPolres Garut Siagakan Personel di Titik Nobar Final Piala Presiden Persib vs Persebaya
“RSUD Limbangan tidak mangkrak. Pembangunannya dimulai sejak 2020 dan direncanakan mulai beroperasi diupayakan pada 2028. Karena untuk mengoperasikan rumah sakit bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga harus mempersiapkan SDM,” kata Yodi.
Ia menjelaskan, pada 2026 sebenarnya telah direncanakan adanya kelanjutan pembangunan fisik. Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran.
Akibatnya, sepanjang tahun ini kegiatan di RSUD Limbangan hanya difokuskan pada pemeliharaan, perawatan bangunan, serta penjagaan aset.
“Tadinya tahun 2026 akan ada pembangunan lanjutan, tetapi karena ada efisiensi akhirnya tidak ada. Selama 2026 hanya pemeliharaan dan perawatan biasa, termasuk penjagaan,” jelas Yodi.
Pembangunan fisik yang belum selesai direncanakan kembali dilanjutkan pada 2027.
Yodi mengatakan kelanjutan tersebut tetap menjadi bagian penting untuk mengejar target operasional rumah sakit diupayakan pada 2028.
“Di 2027 tetap direncanakan ada pembangunan fisik yang belum selesai, karena targetnya kami upayakan di 2028 harus sudah mulai operasional,” katanya.
Meski demikian, ungkap Yodi, tidak menutup kemungkinan RSUD Limbangan mulai beroperasi dalam kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya sempurna. Pengoperasian nantinya akan disesuaikan dengan kondisi fisik bangunan serta kesiapan fasilitas pelayanan yang tersedia.
Baca Juga:Rutan Garut Gelar Sidang TPP, Pastikan Usulan Integrasi Warga Binaan Dinilai ObjektifTransformasi BAZNAS Menuju Lembaga Zakat Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak
“Selesai atau tidak seluruhnya, tahun 2028 kita persiapkan untuk operasional. Walaupun mungkin belum sempurna karena pada 2026 tidak ada pembangunan, nanti disesuaikan dengan situasi dan kondisi fisik bangunan,” ungkapnya.
Secara umum, sebutnya, sejumlah ruangan utama untuk pelayanan kesehatan disebut telah selesai. Namun, masih terdapat beberapa fasilitas penunjang yang perlu diselesaikan dan difungsikan.
Fasilitas tersebut di antaranya ruang jenazah, instalasi gizi, laundry, ruang sterilisasi, serta sejumlah toilet.
