GARUT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan perbaikan ruas Jalan Garut–Cilandak di Kabupaten Garut dengan anggaran mencapai Rp13,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari penanganan infrastruktur di sejumlah wilayah strategis. Salah satu pertimbangannya karena ruas Garut–Cilandak berada di kawasan yang memiliki aktivitas sektor peternakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan terdapat dua ruas jalan di Garut yang saat ini ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Kualitas Benih Stroberi di Malangbong Garut Menurun, Distan Gandeng Kerjasama Teknologi Dengan KorselBau Menyengat dan Asap Tebal Resahkan Warga Copong, APKI Sebut Limbah Kulit Diduga Berasal dari Luar Garut
“Jadi ada dua ruas jalur yang ditangani oleh Provinsi Jawa Barat. Yang pertama adalah Garut–Cilandak, yang kedua adalah Jalan Terusan Pahlawan,” ujar Agus saat dikonfirmasi di Lapangan Setda Garut, Senin (21/9/2026).
Agus menjelaskan, pekerjaan ruas Garut–Cilandak mulai dikontrakkan pada 10 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026, dengan masa pelaksanaan selama 135 hari.
Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik disebut telah mencapai sekitar 700 meter dari total panjang ruas yang ditangani sekitar 4,2 kilometer.
“Kemarin kalau tidak salah sudah selesai hampir 700 meteran, total panjangnya itu sekitar 4,2 kilometer,” jelasnya.
Menurut Agus, Jalan Garut–Cilandak sebenarnya berstatus sebagai jalan kabupaten. Namun, penanganannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah adanya usulan dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Usulan tersebut kemudian mendapat perhatian Pemprov Jabar karena ruas tersebut dinilai memiliki nilai strategis, salah satunya dalam menunjang kawasan peternakan.
“Ya kan ada program yang kita usulkan ke pemerintah provinsi dan di situ juga ada prioritas provinsi, di situ ada wilayah peternakan,” katanya.
Baca Juga:Tunggakan BPJS Kesehatan Lansia Disorot, Minta Dasar Tagihan Dibuka TransparanPemanfaatan Teknologi Pertanian Baru 40,35 Persen, Distan Akui Masih Tertinggal
Agus menambahkan, seluruh pembiayaan pekerjaan ruas Garut–Cilandak tersebut ditanggung melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Pemkab Garut tidak mengalokasikan anggaran tambahan untuk pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung.
“Iya seluruhnya dari provinsi. Kalau kita kan sudah ditangani yang dari bawahnya,” pungkasnya.
Pemkab Garut berharap perbaikan ruas tersebut dapat meningkatkan kualitas konektivitas wilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, terutama sektor peternakan di kawasan yang dilalui. (rza)
