GARUT – Polres Garut menyiagakan personel di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi titik nonton bareng pertandingan final Piala Presiden antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Pengamanan difokuskan pada lokasi berkumpulnya suporter, titik rawan gangguan keamanan, serta jalur yang berpotensi mengalami kepadatan saat pertandingan selesai.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Herman Saputra, mengatakan anggota akan disebar ke sejumlah titik yang dianggap rawan.
Baca Juga:Rutan Garut Gelar Sidang TPP, Pastikan Usulan Integrasi Warga Binaan Dinilai ObjektifTransformasi BAZNAS Menuju Lembaga Zakat Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak
Pengamanan tidak hanya dilakukan selama pertandingan berlangsung, tetapi juga ketika para penonton membubarkan diri dan pulang dari lokasi nonton bareng.
“Anggota disebar di semua titik rawan dan titik nonton bareng. Biasanya saat pulang ramai, sehingga dilakukan antisipasi terhadap potensi kejahatan,” ujar Herman.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam pertandingan berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan. Karena itu, pengawasan akan ditingkatkan di lokasi keramaian maupun jalur yang dilewati para suporter.
Selain mengantisipasi tindak kriminalitas, kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan setelah pertandingan berakhir.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Luki Martono, mengatakan personel akan ditempatkan seperti pengamanan kegiatan masyarakat pada umumnya dengan melibatkan jajaran polsek.
Berdasarkan data sementara, jumlah lokasi nonton bareng di Kabupaten Garut diperkirakan tidak terlalu banyak, yakni sekitar empat hingga lima titik.
“Penempatan anggota seperti biasa dengan melibatkan polsek-polsek. Pengamanan difokuskan untuk mengantisipasi saat penonton membubarkan diri,” katanya.
Baca Juga:Dampak Perdagangan Karbon Terhadap ManusiaJagung Binaan Polsek Pasirwangi Diserap Bulog
Personel lalu lintas akan mempertebal pengamanan di sejumlah titik kumpul serta jalur yang memiliki potensi kepadatan kendaraan.
Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah Simpang Lima Garut karena menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari sejumlah arah.
“Kalau dari data intelijen, titik nonton bareng tidak terlalu banyak, sekitar empat atau lima. Kemungkinan Simpang Lima menjadi salah satu titik rawan macet. Di titik-titik kumpul akan diperkuat pengamanan,” jelasnya.
Polres Garut mengimbau masyarakat dan para pendukung kedua kesebelasan tetap menjaga ketertiban selama menyaksikan pertandingan.
Penonton juga diminta tidak melakukan konvoi berlebihan, menggunakan knalpot bising, membawa senjata tajam, mengonsumsi minuman keras, maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. (*)
