Cegah Stunting dan Dorong UMKM, KKN Unpad Luncurkan Program SACANGKIR KOPI di Wanajaya

istimewa
Cegah Stunting dan Dorong UMKM, KKN Unpad Luncurkan Program SACANGKIR KOPI di Wanajaya
0 Komentar

GARUT – Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Padjadjaran (KKN Unpad) Kelompok 38 berkolaborasi dengan Puskesmas Wanaraja dan Pemerintah Desa Wanajaya meluncurkan program SACANGKIR KOPI sebagai upaya mencegah stunting sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.

SACANGKIR KOPI merupakan singkatan dari Sayangi Anak, Cegah Stunting, Kurangi Rokok per Batang Sehari. Program tersebut mengajak kepala keluarga mengurangi konsumsi rokok sedikitnya satu batang setiap hari.

Uang senilai sekitar Rp2.000 yang biasanya digunakan untuk membeli satu batang rokok diarahkan untuk ditabung dalam celengan khusus. Tabungan tersebut nantinya dapat digunakan membeli makanan bergizi bagi anak.

Baca Juga:Polres Garut Siagakan Personel di Titik Nobar Final Piala Presiden Persib vs PersebayaRutan Garut Gelar Sidang TPP, Pastikan Usulan Integrasi Warga Binaan Dinilai Objektif

Program ini dilatarbelakangi masih tingginya angka stunting di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Pada 2025, angka stunting di desa tersebut tercatat mencapai 22,4 persen.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) itu diawali dengan lomba mewarnai bertema makanan bergizi yang diikuti sekitar 85 anak. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis makanan sehat dan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan tubuh.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Wanaraja, Wiwin Winiarsyarah. Materi penyuluhan menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak.

“Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu, saat menyiapkan porsi makanan, perhatikan isinya. Pastikan ada protein hewani, sayur, dan buah. Pola makan yang baik sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan kita,” ujar Wiwin.

Selain penyuluhan dari tenaga kesehatan, mahasiswa KKN Unpad juga memberikan edukasi mengenai stunting dan Gerakan Tutup Mulut atau GTM.

Mahasiswa membagikan sejumlah cara praktis untuk menghadapi anak yang sulit makan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis berhadiah.

Salah seorang peserta, Siti, mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi anak. “Materinya mudah dipahami, jadi sekarang saya lebih tahu makanan yang baik untuk anak,” ujarnya.

Baca Juga:Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Zakat Modern, Amanah, Profesional, dan BerdampakDampak Perdagangan Karbon Terhadap Manusia

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Wanaraja Fahmi Fauzi, Kepala Desa Wanajaya Iif Firman Nurdin, serta puluhan warga setempat. Setelah rangkaian edukasi dan penyerahan hadiah lomba, kegiatan dilanjutkan dengan Wanajaya Night Market yang melibatkan 15 pelaku UMKM lokal.

0 Komentar