Berbagai produk dipasarkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kuliner tradisional, jajanan modern, hingga kebutuhan pokok rumah tangga. Kehadiran pasar malam tersebut diharapkan dapat memperluas ruang promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pelaku usaha di Desa Wanajaya.
Gerakan Sederhana yang Dapat Diterapkan
Program SACANGKIR KOPI berada di bawah bimbingan Dr. Mia Uswatun Hasanah dari Program Studi Geofisika FMIPA Unpad. Ia mengatakan bahwa program SACANGKIR KOPI dirancang sebagai gerakan sederhana yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
“Pencegahan stunting bukan hanya persoalan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran dan mengubah kebiasaan di dalam keluarga. Melalui SACANGKIR KOPI, kami mengajak kepala keluarga mengurangi satu batang rokok setiap hari, lalu mengalihkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujarnya.
Baca Juga:Polres Garut Siagakan Personel di Titik Nobar Final Piala Presiden Persib vs PersebayaRutan Garut Gelar Sidang TPP, Pastikan Usulan Integrasi Warga Binaan Dinilai Objektif
Menurutnya, program tersebut disusun berdasarkan persoalan yang ditemukan mahasiswa selama menjalani KKN di Desa Wanajaya.
“Kami berharap program ini tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Pemerintah desa, Puskesmas, kader, dan masyarakat diharapkan dapat melanjutkannya sebagai gerakan bersama untuk menekan angka stunting di Desa Wanajaya,” katanya.
Mia menambahkan, pelibatan pelaku UMKM dalam Wanajaya Night Market merupakan bagian dari pendekatan yang menghubungkan persoalan kesehatan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pencegahan stunting juga berkaitan dengan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga membuka ruang promosi bagi UMKM agar ekonomi masyarakat ikut bergerak,” pungkasnya.
Diketahui, program tersebut juga mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pengentasan kelaparan, peningkatan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan kemitraan.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain Pemerintah Desa Wanajaya, MyRoti, Pos Indonesia, dan SPPG Wanajaya. (*)
