Kekeringan, Padi Dimanfaatkan untuk Pakan

Radar Garut
Kekeringan, Padi Dimanfaatkan untuk Pakan
0 Komentar

GARUT – Dampak musim kemarau di Kabupaten Garut tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga mulai menyulitkan para peternak dalam mencari pakan untuk sapi dan domba.

Di Blok Umbul, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, tanaman padi yang mati akibat kekeringan kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Bobon, warga Neglasari, Kecamatan Limbangan, mengaku sengaja datang ke Umbul bersama rekannya untuk mencari pakan karena rumput hijau semakin sulit didapat.

Baca Juga:Rutan Garut Gandeng LBH Guntur, Perkuat Pemahaman Hukum bagi TahananOjol di Garut Dibegal Tiga Pria Bersenjata Tajam, Uang Modal Nikah Raib

“Saya dari Neglasari Limbangan, mencari pakan ternak ke Umbul, Cibiuk. Rumput hijau sulit didapat. Tanaman padi yang mati kekeringan pun diarit. Yang penting pakan ternak domba dan sapi ada,” kata Bobon, Kamis (17/9/2026).

Bobon dan sejumlah peternak lainnya datang menggunakan mobil bak untuk mengangkut tanaman padi kering dari areal persawahan.

Meski telah mati akibat kekeringan, tanaman padi tersebut dinilai masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sebelum diberikan kepada sapi maupun domba, tanaman padi kering biasanya disiram menggunakan air garam.

Kesulitan memperoleh hijauan membuat sebagian peternak dari Limbangan bahkan harus mencari pakan hingga ke wilayah Tasikmalaya.

Menurut Bobon, rumput dan jerami hijau di sejumlah wilayah Tasikmalaya masih cukup mudah ditemukan dan bisa diperoleh secara gratis.

Kondisi tersebut membuat para peternak harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih besar karena harus mencari pakan hingga ke luar Kabupaten Garut.

Sementara itu, para pemilik sawah di Blok Umbul tidak mempermasalahkan tanaman padi yang mati diarit untuk kebutuhan pakan ternak.

Baca Juga:Kesadaran Berlalu Lintas Warga Masih Rendah, Dishub Minta Warga Patuhi RambuDari Balik Rutan, Warga Binaan Garut Belajar Produksi Baso Aci untuk Bekal Kembali ke Masyarakat

Tanaman tersebut memang sudah tidak memiliki harapan untuk dipanen karena bulir padi tidak berkembang akibat kekurangan air.

Sekretaris Desa Cibiuk Kidul, Imam Munandar, mengatakan areal tanaman padi yang mati akibat kekeringan di Blok Umbul mencapai hektaran.

Menurutnya, tanaman yang sudah mati tidak lagi bisa diselamatkan. Namun keberadaannya ternyata masih memiliki manfaat bagi peternak yang kesulitan mencari pakan.

Imam berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim kemarau tahun depan.

Salah satu harapan warga kini tertuju pada keberadaan sumur bor yang telah dibangun pemerintah di Blok Umbul. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian saat debit irigasi menurun.

0 Komentar