GARUT – SDN 3 Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, terus mengembangkan permainan tradisional atau kaulinan urang lembur di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga budaya lokal di tengah perkembangan teknologi informasi.
Sejumlah permainan seperti egrang, sepdur, sasalimletan, dan permainan tradisional lainnya diperkenalkan kepada murid. Saat jam istirahat, sebagian siswa memanfaatkan waktu untuk bermain egrang, sementara sebagian lainnya belajar menggunakan internet melalui televisi layar besar yang tersedia di sekolah.
Kepala SDN 3 Majasari, Rosita mengatakan seluruh aktivitas tersebut tetap berada dalam pengawasan guru.
Baca Juga:Di Muskerda III Persis Garut Bupati Dorong Kolaborasi Perluas Jaminan Sosial dan KesehatanMengaku Dibegal hingga Kehilangan Uang untuk Menikah, Cerita Ganes Dibongkar Polisi: CCTV Tak Temukan Kejadian
“Bermain egrang dan internet, tetap diawasi guru. Bermain egrang diawasi agar murid tak terjatuh. Membuka internet pun sama diawasi. Khawatir murid membuka situs negatif,” kata Rosita.
Menurutnya, pengenalan teknologi informasi penting agar murid mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun, sekolah juga berupaya agar kemajuan teknologi tidak membuat anak-anak kehilangan kedekatan dengan permainan tradisional.
Karena itu, pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan budaya lokal dijalankan secara beriringan.
Rosita menilai keseimbangan antara perkembangan teknologi informasi dan pelestarian budaya lokal perlu terus dijaga. Keduanya diharapkan dapat saling mendukung dalam memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa.
Keberadaan televisi layar besar di sekolah juga dinilai sangat membantu proses pembelajaran, terutama untuk materi yang membutuhkan penjelasan secara visual dan lebih konkret.
Melalui layar tersebut, guru dapat menampilkan materi pembelajaran yang lebih mudah dipahami siswa sekaligus mengenalkan penggunaan teknologi secara terarah.
Tidak hanya pada sisi akademik dan budaya, SDN 3 Majasari juga terus membenahi sarana pendukung kegiatan siswa.
Baca Juga:Jalan di Sayang Heulang Dinilai Perlu DihotmixKekeringan, Padi Dimanfaatkan untuk Pakan
Di halaman sekolah saat ini tengah dibangun lapangan bola voli mini yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga murid.
Selain itu, bagian pekarangan sekolah yang berbatasan dengan lahan milik warga juga telah dibangun benteng sebagai bagian dari penataan dan pengamanan lingkungan sekolah.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, SDN 3 Majasari berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. (pap)
