GARUT – Festival Layang-Layang Internasional yang akan digelar di kawasan Tepas Papandayan, Kabupaten Garut, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 diproyeksikan menarik lebih dari 20 ribu pengunjung selama lima hari pelaksanaan.
Kegiatan tersebut akan diikuti 52 peserta dari sejumlah negara dan tujuh provinsi di luar Jawa Barat. Kehadiran peserta nasional dan mancanegara diharapkan dapat menjadikan festival tersebut sebagai salah satu agenda wisata unggulan di Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan panitia telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kebutuhan peserta, termasuk akomodasi dan mobilisasi selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga:Pemkab Garut Percepat Pembentukan Forum TJSLP untuk Optimalkan Dana CSRPersiapan Festival Layang-Layang Internasional Garut Capai 90 Persen
“Total peserta yang datang sebanyak 52 orang dari sejumlah negara, termasuk peserta dari tujuh provinsi di luar Jawa Barat,” kata Beni, Senin (27/7/2026).
Sejumlah peserta dijadwalkan menginap di Hotel Mercure dan Hotel Bintang Redante. Panitia juga telah menyiapkan transportasi untuk membawa peserta dari tempat menginap menuju lokasi kegiatan.
Menurut Beni, dampak ekonomi festival mulai dirasakan masyarakat meskipun kegiatan belum resmi dimulai. Sejumlah rumah warga di sekitar Tepas Papandayan mulai dipesan wisatawan dari luar daerah untuk dijadikan tempat menginap.
“Dampaknya sudah mulai terasa. Rumah-rumah warga banyak yang dipesan pengunjung dari luar kota untuk menyaksikan festival,” katanya.
Ia menjelaskan, area perkemahan di sekitar lokasi juga telah dipenuhi pemesanan. Kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan memilih rumah warga sebagai alternatif penginapan.
Sebagian pengunjung bahkan sengaja memilih tinggal di rumah warga karena ingin merasakan suasana yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Selain rumah warga, tingkat pemesanan sejumlah hotel di Kabupaten Garut juga mulai meningkat. Restoran dan pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi turut menerima pertanyaan maupun reservasi dari calon pengunjung.
Baca Juga:Ketua DPRD Garut Akui Penyerapan Produk UMKM Lokal Untuk Program MBG Masih KurangRSUD Limbangan Belum Tuntas, DPRD Garut Dorong Penyelesaian Pembangunan pada 2027
Melihat perkembangan tersebut, Disparbud Garut berencana mendata rumah warga yang digunakan sebagai penginapan sementara atau homestay.
Pendataan tersebut akan dilanjutkan dengan edukasi mengenai standar pelayanan, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan tamu.
“Kami akan mendata rumah-rumah warga yang dijadikan homestay. Ke depan, masyarakat juga akan diberikan edukasi mengenai pelayanan agar tamu merasa nyaman selama berada di Garut,” jelasnya.
