Persiapan Festival Layang-Layang Internasional Garut Capai 90 Persen

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga Gunasantika. (Ale/Radar Garut)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga Gunasantika. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Persiapan penyelenggaraan Festival Layang-Layang Internasional di kawasan Tepas Papandayan, Kabupaten Garut, telah mencapai sekitar 90 persen. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Seluruh tahapan persiapan, mulai dari perizinan hingga kebutuhan teknis pelaksanaan, disebut telah berjalan sesuai rencana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, memastikan festival akan tetap digelar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga:Dishub Garut Petakan Tiga Kantong Parkir dan Siapkan Pengaturan Lalu Lintas untuk Gelaran GIKF 2026Pemkab Garut Gandeng PPG UPI Tekan APS dan Tingkatkan IPM Pendidikan

“Persiapan sudah hampir 90 persen. Perizinan sudah selesai dan berbagai kebutuhan juga telah disiapkan. Mudah-mudahan pada waktunya kegiatan dapat berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Beni, kemarin.

Festival berskala internasional tersebut dipastikan akan diikuti peserta dari 13 negara.

Sejumlah negara yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, Swedia, Belanda, dan Kanada.

Beni mengatakan panitia penyelenggara terus mematangkan kebutuhan teknis untuk menyambut peserta maupun pengunjung yang diperkirakan datang dari berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Garut berperan sebagai pihak pendukung. Sementara penyelenggaraan festival menjadi tanggung jawab pihak investor sebagai penyelenggara utama.

“Posisi pemerintah daerah sebagai supporting system. Pelaksana utamanya tetap pihak investor yang menggelar kegiatan tersebut,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan festival, tiket hanya dijual secara daring. Panitia tidak menyediakan penjualan tiket langsung di lokasi acara.

“Tiket dapat dibeli secara online. Tautannya tersedia di media sosial resmi GIKF dan terhubung ke Tiket.com. Tidak ada penjualan tiket secara on the spot,” jelas Beni.

Baca Juga:Pemkab Garut Masih Cari Lokasi Ideal Untuk Sekolah Rakyat, Pembangunan Berpotensi Mundur ke 2027Ketua BEM STAINUS Garut Dorong Penataan Fiber Optik di Ruas Jalan Kabupaten Segera Dituntaskan

Harga tiket harian ditetapkan sebesar Rp45.000. Sementara tiket terusan untuk seluruh rangkaian selama lima hari dijual sekitar Rp125.000.

Selain menampilkan atraksi layang-layang dari peserta nasional dan internasional, festival juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung.

Agenda tersebut antara lain lokakarya pembuatan layang-layang, pembahasan sejarah layang-layang, kehadiran Museum Layang-Layang, serta pertunjukan seni dan budaya.

Beragam kegiatan itu diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas kepada pengunjung, tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi budaya.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap festival tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Garut sebagai daerah tujuan wisata berbasis alam, budaya, dan event internasional.

0 Komentar