Pemkab Garut Masih Cari Lokasi Ideal Untuk Sekolah Rakyat, Pembangunan Berpotensi Mundur ke 2027

Sekolah Rakyat
Bangunan Sekolah Rakyat
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial, terus berupaya mencari solusi terkait pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Samarang ataupun Cikelet.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan bahwa untuk perkembangan pembangunannya hingga kini belum ada intruksi lanjutan dari Bupati Garut.

“Beliau masih berpikir bagaimana, lagi-lagi terkait masalah tanah kan, pengadaan tanah itu, apakah masih tetap mau disamarang atau diceklet,” ujarnya.

Baca Juga:Pemkab Garut Usulkan Delapan Ruas Jalan ke Pemerintah Pusat untuk DiperbaikiDisdik Garut Akui Kualitas Pendidikan Belum Optimal, 400 Sekolah Tanpa Kepala Definitif

Ia mengatakan, untuk di Kecamatan Cikelet setelah dilakukan penyelidikan dari Kementerian PU dan SKPD terkait bahwa secara teknis terkendala lahan pertanian.

“Ada lahan yang tidak bisa digunakan dan itu peraturannya, regulasinya dari Kementerian Pertanian, bisa saja digunakan cuman proses regulasinya bakal lama,” kata Marlinda.

Sementara itu, untuk pembangunan di tahun 2026 dirasa akan dipending, sehingga jika dialihkan ke tahun 2027 pun masih menunggu keputusan dari pimpinan daerah.

“Apakah nanti 2027 kami masih menunggu alasan dari pimpinan, baik Pak Bupati, Ibu Wakil maupun Pak Sekda karena lagi-lagi mungkin terkait dengan ya di mana lahan yang tepat untuk bisa membangun SR,” ucapnya.

Sedangkan, untuk para siswa SR yang dititipkan ke Kabupaten Sumedang itu ada sekitar 31 orang, diantaranya 24 siswa SMP dan 7 orang siswa SD, karena pembangunan SR di Sumedang sudah hampir rampung.

“Kenapa di Kabupaten Sumedang? karena Kabupaten Sumedang hampir rampung sekarang pembangunan gedung SR nya, sehingga mereka ditaruh di sana,” sambungnya.

Marlinda menjelaskan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan pembangunan SR akan di Kecamatan Samarang atau Cikelet, di Cikelet tentu terkendala lahan, dan di Samarang tengah ada pertimbangan ulang.

Baca Juga:Revitalisasi PKL Area Kantor Bupati, Dishub Garut Siapkan Penataan ParkirDinkes Gencarkan Deteksi Dini, Temuan Kasus TBC di Garut Capai 12 Ribu

“Mungkin juga di Semarang kita tidak tahu finalnya, sedang dipertimbangkan ulang sama Bapak bagaimana-bagaimana, pasti nanti ada kabarnya, saya belum bisa bicara sekarang karena memang belum ada arahan lebih lanjut,” jelasnya.

Namun demikian, untuk SR ini memang ditentukan dan diprioritaskan untuk desil 1 hingga 5 yang tersebar dari keseluruhan 42 kecamatan di Garut.

Sehingga, ia menambahkan, yang mendaftar masuk ke SR itu banyak, sehingga Dinsos harus objektif mengikuti desil untuk penerimaan siswa baru.

0 Komentar