GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) calon Guru Gelombang 1 tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kegiatan P2M tersebut, bentuk kolaborasi antara Pemkab Garut dan PPG UPI dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia.
Ketua Prodi PPG UPI, Prof.Asep Herry Hernawan, mengatakan bahwa Garut ialah tempat Pendidikan, sehingga dinilai layak untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca Juga:Pemkab Garut Usulkan Delapan Ruas Jalan ke Pemerintah Pusat untuk DiperbaikiDisdik Garut Akui Kualitas Pendidikan Belum Optimal, 400 Sekolah Tanpa Kepala Definitif
Ia menyebutkan, pengabdian ini terkait pembelajaran mendalam, sehingga diharapkan bisa meningkatkan penguatan ditingkat Sekolah Dasar (SD).
“Sehingga kita bisa memberikan kontribusi para mahasiswa PPG ini kan banyak bidang studi-bidang studinya dan itu bisa masuk ke dalam pembelajaran mendalam untuk penguatan pelaksanaan di tingkat sekolah dasar,” ucapnya.
Ketika disinggung terkait Angka Putus Sekolah (APS) di Garut, kata Prof.Asep, bahwa APS ini memang sering terjadi di beberapa wilayah, dengan diberangkatkan sebanyak 360 mahasiswa untuk pengabdi ini diharapkan bisa memotivasi Guru dan siswa di Garut.
“Kita membawa 360 mahasiswa bisa memotivasi para siswa dan para guru di lingkungan Kabupaten Garut ini, untuk bisa mendorong bahwa belajar itu suatu kewajiban gitu, sehingga sekolah bisa mengakomodasi kewajiban belajar ini,” ungkap Prof.Asep.
Lanjut kata dia, topik pada pengabdian ini juga terkait Gasing (Gampang Asik dan menyenangkan), dan para PPG akan mensosialisasikan kepada 78 orang guru untuk berpartisipasi pada program Gasing ini.
“Jadi mudah-mudahan ada penetrasi dari para guru kepada teman-teman yang lainnya supaya di masa yang akan datang mungkin dilakukan kegiatan yang lebih real. Karena tidak bisa satu hari kalau gasing itu, paling tidak 15 hari untuk pelatihannya,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan tantangan dunia pendidikan di Garut salah satunya terkait literasi dan Numerasi.
Baca Juga:Revitalisasi PKL Area Kantor Bupati, Dishub Garut Siapkan Penataan ParkirDinkes Gencarkan Deteksi Dini, Temuan Kasus TBC di Garut Capai 12 Ribu
“Ya, tadi kan saya cerita tentang tantangan yang dihadapi pembangunan pendidikan di Kabupaten Garut, salah satunya kita ingin mendorong peningkatan literasi dan numerasi,” ucap Syakur.
