Dinkes Gencarkan Deteksi Dini, Temuan Kasus TBC di Garut Capai 12 Ribu

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani. (Ale/ Radar Garut).
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani. (Ale/ Radar Garut).
0 Komentar

GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut terus mengintensifkan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui skrining dan deteksi dini di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program nasional penanggulangan TBC, mengingat Indonesia masih menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan Kabupaten Garut saat ini menempati peringkat kedelapan kasus TBC di Jawa Barat. Jumlah kasus yang ditemukan hingga kini mencapai sekitar 12 ribu.

Baca Juga:Posyandu Kini Bukan Hanya Untuk Bumil dan Balita, Remaja Hingga Lansia Bisa Rasakan ManfaatnyaBelasan Ribu Wisatawan Berkunjung ke Garut Selama Libur Sekolah

Menurut Leli, meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi bukan berarti penanganan TBC di Kabupaten Garut mengalami kemunduran. Sebaliknya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pencarian dan penemuan penderita semakin masif.

Dengan semakin banyak penderita yang ditemukan, pengobatan dapat segera diberikan sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

“Sekarang kami sedang gencar mencari sebanyak-banyaknya penderita untuk dideteksi lebih dini, kemudian diobati secepatnya hingga tuntas. Dengan begitu, penularannya bisa dihentikan dan ke depan jumlah kasus diharapkan menurun,” ujar Leli.

Kepatuhan Pasien Dalam Berobat jadi Kunci

Ia menjelaskan, pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal enam bulan. Dalam kondisi tertentu, masa pengobatan dapat berlangsung hingga sembilan bulan, tergantung hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan pasien.

Karena itu, kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat sesuai jadwal hingga pengobatan selesai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyembuhan.

Leli menyebut TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menyerang seluruh kelompok usia. Kebiasaan merokok juga dinilai dapat memperburuk kondisi penderita.

“TBC disebabkan oleh kuman dan dapat menular. Sementara kebiasaan merokok bisa memperberat kondisi penderita TBC,” katanya.

Baca Juga:PLN dan BCA Serahkan USG Portabel, Bantu Garut Tekan AKI dan AKBGarut Kemarau, PDAM Tirta Intan Pastikan Stok Air Bersih Aman

Jumlah kasus TBC yang ditemukan di Garut pada tahun ini tercatat meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh meningkatnya target penemuan kasus yang ditetapkan pemerintah pusat.

Target penemuan kasus TBC di Kabupaten Garut sebelumnya berada di kisaran 10 ribu kasus per tahun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 12 ribu kasus.

“Untuk TBC, jumlah kasus yang ditemukan memang harus meningkat terlebih dahulu karena pemerintah sedang mencari penderita yang diperkirakan belum terdeteksi dan belum mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

0 Komentar