GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan kepada pemerintah pusat, termasuk jalur penghubung Banjarwangi–Singajaya yang mengalami kerusakan cukup parah dan banyak dikeluhkan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, membenarkan bahwa usulan penanganan ruas jalan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Sambil menunggu bantuan pemerintah pusat, Pemkab Garut tetap melakukan penanganan pada bagian samping jalan untuk mengurangi risiko kerusakan yang semakin parah.
Baca Juga:Posyandu Kini Bukan Hanya Untuk Bumil dan Balita, Remaja Hingga Lansia Bisa Rasakan ManfaatnyaBelasan Ribu Wisatawan Berkunjung ke Garut Selama Libur Sekolah
“Kalau untuk penanganan dari Pemkab sudah dilakukan. Kami menangani bagian samping jalannya, sedangkan usulan bantuan kepada Kementerian PU masih dalam proses,” ujar Agus.
Pria yang akrab disapa Agis tersebut mengatakan, usulan perbaikan jalan Banjarwangi–Singajaya saat ini masih berada dalam tahap verifikasi.
Selain ruas tersebut, Pemkab Garut juga mengajukan sejumlah jalan lain yang dinilai membutuhkan penanganan pemerintah pusat. Secara keseluruhan, terdapat delapan ruas atau segmen jalan yang masuk dalam daftar usulan.
“Ada delapan ruas yang kami usulkan. Pemegatan–Singajaya diajukan dalam dua segmen, kemudian lanjutan Jalan Prof. Anwar Musaddad, Limbangan–Margamukti, Talegong–Selawi, Pamalayan–Cikarang, Puncak Hamerang–Coblongan, serta Ciparay–Cihurip,” jelasnya.
Mayoritas Jalan Lokasinya di Garut Selatan
Agis menyebut mayoritas ruas yang diusulkan berada di kawasan Garut Selatan. Wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas sekaligus program swasembada pangan dan energi.
Menurutnya, pengajuan tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui instruksi presiden mengenai percepatan pembangunan infrastruktur jalan daerah untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.
“Kebanyakan memang berada di wilayah selatan karena berkaitan dengan koridor konektivitas. Program dari kementerian juga berhubungan dengan percepatan swasembada pangan dan energi,” katanya.
Baca Juga:PLN dan BCA Serahkan USG Portabel, Bantu Garut Tekan AKI dan AKBGarut Kemarau, PDAM Tirta Intan Pastikan Stok Air Bersih Aman
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan sejumlah koridor jalan strategis di Garut Selatan, di antaranya koridor Cikajang–Pameungpeuk dan Cikajang–Bungbulang.
Ruas jalan yang berada dalam koridor tersebut dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan bantuan karena mendukung akses distribusi hasil pertanian, energi, dan konektivitas antarwilayah.
