Disdik Garut Akui Kualitas Pendidikan Belum Optimal, 400 Sekolah Tanpa Kepala Definitif

Radar Garut
Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi
0 Komentar

GARUT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut mengakui kualitas pendidikan di daerah tersebut masih belum optimal. Sejumlah aspek dinilai masih membutuhkan pembenahan, mulai dari akses pendidikan, sarana dan prasarana, kompetensi tenaga pendidik dan peserta didik, hingga dukungan anggaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Soal pendidikan di Garut belum optimal, kami mengakui. Dari beberapa sisi, kami harus melakukan upaya perbaikan, mulai dari akses pendidikan, terutama sarana dan prasarana, kemudian kompetensi guru maupun peserta didik, termasuk penganggaran untuk fasilitas sekolah,” ujar Iwan.

Baca Juga:Posyandu Kini Bukan Hanya Untuk Bumil dan Balita, Remaja Hingga Lansia Bisa Rasakan ManfaatnyaBelasan Ribu Wisatawan Berkunjung ke Garut Selama Libur Sekolah

Kesiapan Fasilitas Pengaruhi Kualitas Pendidikan

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan fasilitas, kualitas sumber daya manusia, dan tata kelola sekolah.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian serius adalah banyaknya sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif.

Iwan menilai kekosongan jabatan kepala sekolah memberikan dampak cukup besar terhadap kinerja dan pengelolaan satuan pendidikan.

Pasalnya, kepala sekolah memiliki fungsi strategis sebagai manajer yang bertanggung jawab mengatur seluruh sumber daya di lingkungan sekolah, mulai dari tenaga pendidik, fasilitas, administrasi, hingga pelaksanaan berbagai prosedur.

“Sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Kepala sekolah berfungsi sebagai manajer yang mengatur tata kelola sekolah, baik sumber daya manusia, sarana, maupun prosedur,” jelasnya.

Sebagian Sekolah Dipimpin Pelaksana Tugas

Berdasarkan data Disdik Garut, sekitar 400 sekolah saat ini masih belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian sekolah harus dipimpin oleh pelaksana tugas.

Iwan berharap proses pengisian jabatan kepala sekolah dapat segera diselesaikan sehingga pengelolaan sekolah berjalan lebih efektif dan mutu pelayanan pendidikan dapat ditingkatkan.

Baca Juga:PLN dan BCA Serahkan USG Portabel, Bantu Garut Tekan AKI dan AKBGarut Kemarau, PDAM Tirta Intan Pastikan Stok Air Bersih Aman

“Sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif sekitar 400-an. Kami berharap kekosongan itu secepatnya bisa terisi,” pungkasnya. (*)

0 Komentar