Sekolah Dasar di Jakarta Terima Teror Ancaman Bom, Polda Amankan dan Usut Motif Pelaku

(Disways)
SD di Jakarta terima teror ancaman bom jelang MPLS (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Aksi teror berupa ancaman bom yang mengguncang SDN Srengseng Sawah 15 di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akhirnya membuahkan hasil.

Polda Metro Jaya telah menetapkan dan mengamankan seorang tersangka berinisial MY, warga sekitar lokasi sekolah. Meski demikian, motif di balik aksi yang sempat mengganggu proses belajar mengajar ini masih didalami penyidik.

Kronologi kejadian bermula pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 07.30 WIB. Saat siswa sedang berkumpul di lapangan untuk kegiatan MPLS, salah seorang guru menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang berisi ancaman mengerikan.

Baca Juga:Penegak Hukum Jadi Tersangka Korupsi! Kronologi Kasus Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahBiodiesel B50: Revolusi Energi Hijau Indonesia

Pesan tersebut berbunyi: “SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!! JANGAN COBA-COBA ANDA LAPOR KE POLICE…”

Ancaman itu langsung memicu kepanikan. Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88 Antiteror Polri. Untuk mengantisipasi risiko, seluruh siswa dievakuasi secara tertib.

Orang tua murid dikumpulkan terlebih dahulu dan diberi penjelasan agar tidak panik, sementara anak-anak diminta kembali ke kelas sebentar untuk mengambil barang sebelum dipulangkan secara bergantian sekitar pukul 08.00-09.00 WIB.

Seorang orang tua murid bernama Melisa menceritakan pengalamannya, “Awalnya kami tidak percaya karena mengira hanya isu biasa. Tapi ternyata di depan sekolah sudah ramai. Anak-anak dievakuasi perlahan agar tetap aman.”

Proses evakuasi berjalan tertib tanpa menimbulkan kepanikan di kalangan siswa.

Tim Gegana dan Densus 88 segera melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area sekolah. Hasilnya, tidak ditemukan adanya bom atau benda mencurigakan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hal tersebut setelah mendapat laporan langsung.

“Tidak ada indikasi bom. Sekolah tetap berjalan seperti biasa, tapi kita tetap waspada,” ujar Pramono.

Baca Juga:Suhu Kabupaten Garut Diprediksi Cenderung Dingin Meski Diperkirakan Cerah Sepanjang HariKejagung Tegaskan: Jangan Buru-buru Tuduh Febrie Adriansyah Terlibat Korupsi, Tunggu Hasil Penyidikan Polisi!

Pada perkembangan terbaru, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengumumkan penangkapan tersangka MY.

“Pelaku beralamat di sekitar lokasi kejadian. Saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan dan sedang didalami motif serta tujuannya,” kata Budi Hermanto kepada media, Senin 13 Juli 2026.

0 Komentar