Disdik Garut Beri Pengecualian Penambahan Kuota untuk SMPN 1 dan 2

Sekretaris Dinas Pendidikan Garut, Iwan Riswandi. (Rizka/Radar Garut)
Sekretaris Dinas Pendidikan Garut, Iwan Riswandi. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memberikan pengecualian berupa penambahan kuota penerimaan murid baru di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Garut pada tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan tersebut diambil setelah sejumlah orang tua calon murid, komite sekolah, dan guru mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Mereka mempertanyakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur domisili.

Kedatangan mereka dipicu oleh adanya calon murid yang tidak diterima di SMPN 1 maupun SMPN 2 Garut meskipun tempat tinggalnya dinilai berada dekat dengan sekolah. Para orang tua kemudian meminta pemerintah daerah mempertimbangkan penambahan kuota agar anak-anak di sekitar sekolah tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:KONI Garut Targetkan Atletik Raih 5 hingga 6 Emas di Porprov Jabar 2026Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sucinaraja, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, mengatakan penambahan kuota hanya diberikan untuk tahun ajaran ini. Kebijakan tersebut secara khusus berlaku bagi SMPN 1 dan SMPN 2 Garut karena terdapat calon murid dari lingkungan sekitar yang tidak tertampung melalui jalur domisili.

Jumlah murid dalam setiap rombongan belajar di kedua sekolah tersebut ditambah menjadi 44 orang.

“Untuk penambahan kuota ini kan kita diberikan itu untuk tahun ini saja, jadi diberikan pengecualian untuk SMPN 1 dan 2 Garut, karena ada berkenaan dengan siswa warga sekitar yang tidak masuk,” katanya, kemarin.

Iwan menjelaskan, pengecualian tersebut tidak diberlakukan secara menyeluruh bagi seluruh SMP negeri di Kabupaten Garut. Calon murid yang belum diterima di sekolah tujuan disarankan mendaftar ke sekolah lain yang masih memiliki kuota, baik negeri maupun swasta.

“Kalau yang belum masuk ke swasta aja atau sekolah lain, dilimpahkan ke sekolah lain yang masih memungkinkan bisa masuk, sekolah negeri bisa,” jelasnya.

Dinas Pendidikan akan mengarahkan calon murid ke SMP yang jumlah rombongan belajarnya belum terpenuhi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh layanan pendidikan sekaligus membantu pemerataan jumlah murid antarsekolah.

Apabila kuota di sekolah negeri telah penuh atau proses pendataan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sudah ditutup, calon murid dapat melanjutkan pendaftaran ke sekolah swasta.

Baca Juga:Libur Sekolah, Kunjungan ke Taman Satwa Cikembulan MeningkatMiras Dijual COD, Satpol PP Garut Intensifkan Patroli 24 Jam

“Tapi mudah-mudahan kalau memang ada SMP yang masih rombelnya belum terpenuhi mudah-mudahan bisa disalurkan ke sana, kalau itu sudah penuh Swasta juga tidak kalah bagus dengan negeri,” katanya. (*)

0 Komentar