SPPG Kembali Beroperasi, PMII Garut Pertanyakan Hasil Evaluasi MBG Selama Libur Sekolah

istimewa
SPPG Kembali Beroperasi, PMII Garut Pertanyakan Hasil Evaluasi MBG Selama Libur Sekolah
0 Komentar

GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali berjalan seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar setelah libur sekolah. Namun, kembalinya operasional SPPG di Kabupaten Garut memunculkan pertanyaan dari PC PMII Garut terkait hasil evaluasi program tersebut.

Ketua II PC PMII Garut, Fathi Abdul Bari, mempertanyakan apakah masa libur sekolah benar-benar digunakan pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola SPPG, atau sekadar berhenti karena tidak ada aktivitas belajar mengajar.

“Hari ini sekolah sudah kembali masuk dan SPPG kembali beroperasi. Namun yang menjadi pertanyaan publik adalah, apa yang sebenarnya berubah selama masa libur sekolah? Apakah evaluasi benar-benar dilakukan, atau SPPG hanya kembali berjalan tanpa adanya pembenahan yang nyata?” katanya.

Baca Juga:Belanja Negara Melalui KPPN Garut Capai Rp2,30 Triliun pada Semester I 2026Petugas Perlintasan Kereta di Leuwigoong Dikeroyok Usai Tegur Pemotor yang Menerobos Palang

Menurut Fathi, penghentian operasional SPPG selama libur sekolah semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Ia menilai program tersebut tidak cukup hanya kembali berjalan tanpa ada penjelasan mengenai perbaikan yang telah dilakukan.

Fathi menyebut, tata kelola Program MBG di tingkat nasional sebelumnya mendapat sorotan publik karena adanya dugaan penyimpangan yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi tersebut, nilainya, seharusnya menjadi peringatan bagi daerah untuk melakukan evaluasi serius.

“Publik tidak cukup diyakinkan hanya dengan melihat makanan kembali dibagikan. Publik berhak mengetahui apakah dapur SPPG sudah diperiksa kembali, apakah standar sanitasi sudah ditingkatkan, apakah kualitas dan keamanan bahan baku sudah diaudit, apakah mekanisme pengadaan sudah diperbaiki, dan apakah seluruh mitra pelaksana telah dipastikan bekerja sesuai prinsip transparansi dan bebas dari konflik kepentingan,” sebut Fathi.

PC PMII Garut menilai hingga kini belum ada informasi terbuka mengenai hasil evaluasi SPPG di Kabupaten Garut. Padahal, transparansi dinilai penting karena program tersebut menggunakan anggaran negara dan menyangkut kebutuhan peserta didik.

Fathi menegaskan, apabila pemerintah menyatakan telah melakukan evaluasi selama masa libur sekolah, maka hasilnya harus dapat diketahui masyarakat. Evaluasi, katanya, tidak boleh hanya berhenti pada klaim administratif.

0 Komentar