JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi, 13 Juli 2026.
Dikutip dari disway, berdasarkan data Bloomberg, kurs USD/IDR berada di level Rp18.119 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan dolar AS menguat 54 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan itu membuat dolar AS masih bertahan di atas level psikologis Rp18.100. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum mereda di tengah dinamika pasar keuangan global.
Baca Juga:IHSG Dibuka Menguat ke Zona Hijau, Empat Saham Ini Jadi Rekomendasi AnalisHarga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2.655.000 per Gram, Buyback Rp2.415.000
Sementara itu, berdasarkan e-Rate BCA yang diperbarui pada pukul 09.50 WIB, kurs beli dolar AS tercatat sebesar Rp18.108. Adapun kurs jual berada di level Rp18.128 per dolar AS.
Perbedaan angka antara kurs Bloomberg dan kurs perbankan merupakan hal yang umum terjadi. Bloomberg menampilkan kurs referensi pasar, sedangkan perbankan menetapkan kurs beli dan jual yang digunakan untuk transaksi nasabah.
Pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada sejumlah sektor. Biaya impor bahan baku dan komoditas dapat meningkat, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada barang dari luar negeri.
Selain itu, masyarakat yang membutuhkan dolar AS untuk keperluan perjalanan, pendidikan, pembayaran luar negeri, maupun investasi juga harus menyiapkan biaya lebih besar.
Pelaku pasar kini masih mencermati berbagai sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah. Beberapa di antaranya arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, kondisi ekonomi global, serta arus modal asing di pasar keuangan domestik.
Dalam beberapa waktu ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih berpotensi berfluktuasi mengikuti perkembangan sentimen eksternal maupun kondisi pasar dalam negeri. (*)
