GARUT – Polemik penentuan atlet Kabupaten Garut untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 mencuat setelah atlet atletik, Moch Rasya (18), yang disebut telah lolos Babak Kualifikasi (BK), tidak masuk dalam daftar atlet yang diberangkatkan.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah ramai di media sosial. Orang tua Rasya mempertanyakan transparansi penentuan atlet, terlebih anaknya dinilai telah memenuhi limit pada babak kualifikasi.
Orang tua Moch Rasya, Wiwin Juniarti (45), mengatakan keluarga baru mengetahui Rasya tidak masuk daftar atlet Porprov sehari sebelum pelaksanaan tes parameter. Menurutnya, sejak awal pihak keluarga merasa informasi mengenai nama-nama atlet yang diberangkatkan tidak disampaikan secara terbuka.
Baca Juga:Pagi Mengajar, Sore Mengaspal: Cerita Nurjaelani, Guru PPPK Paruh Waktu yang Jadi OjolKebakaran Hanguskan Rumah Semi Permanen di Kadungora, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
“Jadi pas begitu mau tes itu ditanyakan belum ada siapa aja yang diberangkatkannya, jadi seolah ada yang ditutupi sama Pasi,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Wiwin menyebut, ketika cabang olahraga lain sudah berangkat ke Sarana Olahraga (SOR) untuk mengikuti tes parameter, pihak keluarga baru mendapat informasi bahwa nama Rasya tidak tercantum dalam daftar atlet yang disiapkan untuk Porprov.
“Cabor lain mah udah pada kesana ke Sor, nah kita nyari info ternyata yang nama Moch Rasya itu dicoret tanpa pemberitahuan gitu kan,” sebutnya.
Ia mengaku heran karena Rasya sebelumnya dinyatakan lolos limit pada BK. Di sisi lain, Wiwin mempertanyakan adanya atlet lain yang menurutnya tidak lolos BK, tetapi justru masuk dalam daftar Jabar Istimewa.
“Pertanyaan itu kenapa yang lolos tidak diberangkatkan, tapi yang tidak lolos malah yang diberangkatkan yang masuk tim Porprov,” ucap Wiwin.
Wiwin menambahkan, pihak keluarga sempat meminta penjelasan kepada KONI Garut dan PASI. Menurutnya, KONI menyampaikan bahwa pihaknya hanya menyetujui atlet yang diusulkan cabang olahraga. Sementara PASI menyebut seluruh data atlet telah diserahkan kepada KONI untuk ditentukan lebih lanjut.
Kondisi tersebut membuat keluarga merasa langkah Rasya untuk berprestasi terhambat.
“Cuman kemarin teh yang bikin saya ingin memviralkan gitu ya merasa anak saya dijegal langkahnya gitu,” tambahnya.
Baca Juga:Seleksi Terbuka Sekda Garut Diumumkan Bulan Ini, Peserta dari Luar Daerah Bisa MendaftarPemkab Garut Batasi Jam Operasional Truk Besar, Pelanggaran Masih Ditemukan
Wiwin berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses seleksi dan penentuan atlet ke depan dilakukan secara lebih selektif dan transparan.
