Atlet Atletik Garut Lolos BK tapi Tak Masuk Daftar Porprov, Orang Tua Minta Transparansi

Moch Rasya, Atlet Garut Yang Lolos BK namun Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026. (Istimewa)
Moch Rasya, Atlet Garut Yang Lolos BK namun Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026. (Istimewa)
0 Komentar

Terkait dugaan adanya atlet yang tidak lolos BK tetapi masuk daftar Porprov, Subhan menyatakan pihaknya belum menemukan informasi tersebut. Ia menyebut akan memastikan kembali kepada cabang olahraga terkait.

“Saya belum menemukan informasi itu, tapi perlu kita cari informasi apa ada atau tidak,” ucapnya.

Subhan menjelaskan, mekanisme pemberangkatan atlet ke Porprov biasanya dilakukan setelah BK. KONI kemudian berdiskusi dengan masing-masing cabang olahraga untuk menentukan jumlah atlet yang diberangkatkan, target medali, serta peluang kompetitif.

Baca Juga:Pagi Mengajar, Sore Mengaspal: Cerita Nurjaelani, Guru PPPK Paruh Waktu yang Jadi OjolKebakaran Hanguskan Rumah Semi Permanen di Kadungora, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

“Jadi beres BK, kita ajak diskusi cabor per cabor, ini berapa yang akan diberangkatkan, targetnya seperti apa, sehingga pada akhirnya berapa yang diberangkatkan itu adalah komitmen kita dengan cabor,” jelasnya.

Ia menambahkan, Porprov bukan hanya ajang mencari pengalaman, tetapi juga berkaitan dengan target prestasi daerah.

“Karena saya yakin berbicara Porprov ini bukan hanya berbicara pengalaman, tetapi semua sudah berbicara targetnya apa,” tambahnya.

Subhan menegaskan, pemilihan atlet yang tampil di Porprov tetap melibatkan cabang olahraga. KONI, kata dia, melakukan evaluasi dari hasil BK, tes fisik, serta target yang disampaikan masing-masing cabor.

“Koni ini hanya mengevaluasi, dari hasil BK-nya seperti apa, apakah targetnya tercapai atau tidak, termasuk dari kemarin misalkan tes fisik, tes fisik itu menjadi juga salah satu evaluasi, dan mereka yang menyampaikan, pada akhirnya kita salaman dengan cabor deal ini yang diberangkatkan dan ini yang tidak,” pungkasnya. (*)

0 Komentar