Atlet Atletik Garut Lolos BK tapi Tak Masuk Daftar Porprov, Orang Tua Minta Transparansi

Moch Rasya, Atlet Garut Yang Lolos BK namun Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026. (Istimewa)
Moch Rasya, Atlet Garut Yang Lolos BK namun Gagal Tampil di Porprov Jabar 2026. (Istimewa)
0 Komentar

“Dengan kejadian ini, yang tadi disampaikan, tidak ada Rasya Rasya berikutnya. Untuk cabor seperti apa mungkin langkahnya, itu yang ditunggu mungkin kedepannya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Cabor Atletik Garut, Idham, membenarkan bahwa Moch Rasya termasuk atlet yang lolos BK yang digelar PASI Jawa Barat. Ia mengatakan, hasil BK kemudian diserahkan kepada KONI Garut karena Porprov merupakan ajang multievent dan pendaftaran atlet menjadi kewenangan KONI.

“Nah memang hasil dari yang kemarin itu ini datanya ada dari saya. Ada 14 atlet Kabupaten Garut yang lolos sesuai limit. Nah setelah itu ya kami serahkan ke KONI karena ya untuk Porprov ini kan multi event. Jadi penanggungjawabnya kan Koni, yang mendaftarkan pun juga Koni,” ujarnya.

Baca Juga:Pagi Mengajar, Sore Mengaspal: Cerita Nurjaelani, Guru PPPK Paruh Waktu yang Jadi OjolKebakaran Hanguskan Rumah Semi Permanen di Kadungora, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Idham mengaku memahami kekecewaan keluarga Rasya. Ia juga menyebut PASI Garut ikut kecewa karena para atlet tersebut merupakan hasil pembinaan cabang olahraga.

“Makanya kemarin juga terkait masalah atlet dimana kan Rasya itu kan juga atlet kami gitu, kita pun juga kecewa, ya harus gimana lagi karena kan keputusannya semua dikoni,” sebutnya.

Ia menegaskan, PASI Garut pada dasarnya ingin seluruh atlet yang telah lolos limit dapat diberangkatkan. Namun, keputusan akhir terkait jumlah atlet yang masuk kontingen Porprov berada di KONI.

“Saya ingin semua 14 atlet yang lolos limit bisa diberangkatkan. Cuma persoalannya itu kan bukan kewenangan kami gitu,” tegasnya.

Ketua PASI Garut, Subhan Fahmi, juga menyampaikan bahwa data seluruh atlet yang lolos limit telah diserahkan kepada KONI. Menurutnya, KONI kemungkinan memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan atlet yang diberangkatkan.

“KONI yang menentukan siapa mungkin dari segi efesensi agaran dan lain sebagainya, KONI punya perhitungan lain,” ucap Subhan.

Di sisi lain, Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, menjelaskan bahwa penentuan atlet atletik tidak hanya dilihat dari lolos BK, tetapi juga mempertimbangkan catatan waktu, kuota, peluang persaingan, serta hasil koordinasi dengan cabang olahraga.

Baca Juga:Seleksi Terbuka Sekda Garut Diumumkan Bulan Ini, Peserta dari Luar Daerah Bisa MendaftarPemkab Garut Batasi Jam Operasional Truk Besar, Pelanggaran Masih Ditemukan

“Yang pada akhirnya meskipun lolos, tetapi tadi karena memang kuotanya sudah terpenuhi juga waktunya berat, kayanya untuk bersaingan ini terpaksa ya,” kata Subhan.

0 Komentar