Razia Rasa Tausiah di Singaparna, Pelanggar Ringan Diajak Merenung soal Keselamatan

istimewa
Razia Rasa Tausiah di Singaparna, Pelanggar Ringan Diajak Merenung soal Keselamatan
0 Komentar

TASIKMALAYA – Pagi itu, suasana razia lalu lintas di Perempatan Muktamar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, terasa berbeda dari biasanya. Tidak semua pengendara yang melanggar langsung berhadapan dengan blanko tilang. Sebagian justru diminta duduk, mendengarkan nasihat, lalu diajak merenung soal keselamatan di jalan.

Kegiatan yang digelar Satlantas Polres Tasikmalaya pada Kamis (9/7/2026) pagi itu tetap menyasar pelanggaran kasat mata. Mulai dari pengendara yang tidak memakai helm, tidak mengenakan sabuk pengaman, surat kendaraan tidak lengkap, hingga pelanggaran administrasi ringan.

Namun, bagi pelanggar kategori ringan, polisi memilih pendekatan yang lebih persuasif. Mereka dikumpulkan di sebuah ruangan untuk mengikuti tausiah singkat dari ustaz. Isinya sederhana, tetapi mengena: keselamatan berkendara bukan hanya soal aturan, melainkan juga soal menjaga nyawa.

Baca Juga:Kemenag Bakal Tertibkan Pesantren Ilegal, Menag: Santri Harus DilindungiPeluang Persigar Promosi ke Liga 3 Kembali Terbuka, KONI dan Tim Masih Tunggu Keputusan PSSI

Aminah, salah seorang pengendara, sempat mengira dirinya akan langsung ditilang. Ia dihentikan petugas karena sepeda motor yang dikendarainya tidak terpasang pelat nomor. Setelah diperiksa, pelat nomor tersebut ternyata ada di dalam bagasi. Ia mengaku baru mengambilnya dari bengkel dan belum sempat memasangnya kembali.

“Saya kira langsung ditilang. Eh malah dikasih nasehat sama ustad. Jadi malu sendiri, melanggar teh,” kata Aminah sambil senyum.

Di ruang edukasi itu, para pelanggar tidak disuguhi penjelasan panjang tentang pasal lalu lintas. Mereka lebih banyak diingatkan tentang risiko kecelakaan, pentingnya disiplin, dan tanggung jawab setiap pengendara terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Ujang, pengendara lain yang dihentikan karena tidak memakai helm, juga mengaku kaget dengan cara polisi menegur para pelanggar. Ia mengira akan langsung menerima sanksi tilang.

“Saya pikir langsung tilang. Ternyata ustad yang ceramah, ngingetin bahayanya kecelakaan sampai bisa meninggal. Ya sadar, Pak. Mulai sekarang mah wajib helm,” ujarnya.

Di sisi lain, razia tersebut tidak hanya berisi teguran. Polisi juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib. Mereka yang membawa surat kendaraan lengkap, menggunakan helm, menyalakan lampu, serta memenuhi aturan keselamatan mendapat hadiah sederhana berupa segelas teh manis.

Aris menjadi salah satu pengendara yang mendapat apresiasi tersebut. Ia mengaku memang selalu berusaha melengkapi perlengkapan berkendara karena setiap hari menempuh perjalanan cukup jauh.

0 Komentar