Garut Siaga Kekeringan dan Karhutla, Sejumlah Kecamatan Jadi Prioritas

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Langkah tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla 2026. Pemerintah juga mempertimbangkan prediksi BMKG yang menyebut kondisi kemarau tahun ini lebih kering dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus–September.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengatakan seluruh kecamatan di Garut memiliki potensi terdampak kekeringan.

Baca Juga:Garut Matangkan Persiapan Porprov Jabar 2026, Penginapan Atlet Sudah DibookingInsentif Atlet dan Pelatih Garut Naik Jadi Rp300 Ribu, KONI Bidik 70 Emas Porprov

“Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Garut Tahun 2026–2030, sebanyak 42 kecamatan berada pada kelas risiko sedang untuk bencana kekeringan dan karhutla karena seluruh wilayah berpotensi terdampak fenomena El Nino dan IOD positif,” kata Abud.

Berdasarkan kajian tersebut, disebut Abud, terdapat 10 kecamatan yang menjadi prioritas kesiapsiagaan kekeringan. Wilayah itu meliputi Mekarmukti, Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Pameungpeuk, Pamulihan, Cibalong, Bungbulang, Bayongbong, dan Cigedug.

“Terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan bencana kekeringan, yaitu Mekarmukti, Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Pameungpeuk, Pamulihan, Cibalong, Bungbulang, Bayongbong, dan Cigedug,” sebutnya.

Sementara untuk ancaman karhutla, jelasnya, Kabupaten Garut secara keseluruhan masuk kategori risiko tinggi. BPBD menetapkan 13 kecamatan sebagai wilayah prioritas kesiapsiagaan.

Wilayah tersebut terdiri atas Kecamatan Banjarwangi, Balubur Limbangan, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cigedug, Cihurip, Cikajang, Cisewu, Cisompet, Malangbong, Talegong, dan Tarogong Kaler.

“Terdapat beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama kesiapsiagaan karhutla, yaitu Banjarwangi, Balubur Limbangan, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cigedug, Cihurip, Cikajang, Cisewu, Cisompet, Malangbong, Talegong, dan Tarogong Kaler,” jelasnya.

BPBD mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan air bersih, memeriksa kebocoran saluran rumah tangga, serta menyiapkan tempat penampungan air mandiri. Sumur resapan dan lubang biopori juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga cadangan air tanah.

Baca Juga:3 Janda di Cisewu Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran, Bantuan Pemerintah DiharapkanTim Sepak Bola Putri U-18 Garut Wakili Jabar di Hydroplus Soccer League All Star 2026

“Bagi masyarakat umum, lakukan penghematan air bersih sejak dini, periksa kebocoran saluran air rumah tangga, siapkan tempat penampungan air mandiri, serta manfaatkan sumur resapan dan lubang biopori,” tambahnya.

Pada sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan kalender tanam dengan perkembangan cuaca. Penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering dan penerapan irigasi hemat air turut dianjurkan untuk mengurangi risiko gagal panen.

0 Komentar