GARUT – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail memberikan pengarahan kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Garut memperkuat kesadaran, kedisiplinan, dan komitmen warga binaan selama mengikuti proses pembinaan.
Pengarahan dihadiri jajaran pejabat struktural dan pegawai Rutan Garut. Materi penguatan juga disampaikan Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan yang merangkap Kepala Subseksi Pengelolaan serta Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan.
Baca Juga:Kemarau, Warga Cibunar Manfaatkan Air Selokan untuk MencuciPemuda 19 Tahun Hilang Usai Melompat dari Perahu di Waduk Saguling
Dalam arahannya, Muchamad Ismail mengatakan keamanan dan ketertiban di dalam rutan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas. Seluruh warga binaan juga mempunyai peran untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Karena itu, setiap warga binaan diminta menaati tata tertib, menjaga hubungan baik dengan sesama penghuni maupun petugas, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu pelaksanaan program pembinaan.
Muchamad Ismail menjelaskan, masa pidana seharusnya tidak hanya dipandang sebagai waktu menjalani hukuman. “Masa tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki perilaku, serta mengembangkan kemampuan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Rutan Garut telah menyediakan sejumlah program dan layanan untuk mendukung perubahan warga binaan. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesungguhan masing-masing peserta dalam mengikuti setiap tahapan.
Petugas, lanjut dia, bertugas memberikan pendampingan, arahan, dan kesempatan. Sementara warga binaan perlu menunjukkan kemauan untuk belajar, meningkatkan kedisiplinan, dan meninggalkan kebiasaan yang dapat membawa mereka kembali melakukan pelanggaran hukum.
“Setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk berubah. Manfaatkan masa pembinaan ini dengan sebaik-baiknya, patuhi aturan, ikuti seluruh program pembinaan, dan jadikan setiap proses sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat dengan lebih baik,” kata Ismail.
Ia berharap keterampilan, kedisiplinan, dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama pembinaan dapat menjadi modal dalam menjalani kehidupan setelah bebas. Warga binaan juga diharapkan mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya serta diterima dengan baik oleh keluarga dan lingkungan masyarakat.
Baca Juga:Maroko Melaju ke Perempat Final, Warga Garut Ikut BersukacitaSempat Diwarnai Penolakan, Agenda UAS di Kutai Barat Berjalan Kondusif
Ismail menambahkan, komunikasi antara petugas dan warga binaan harus terus dijaga. Apabila terdapat persoalan atau kebutuhan pelayanan, warga binaan diminta menyampaikannya melalui prosedur yang tersedia dan tidak mengambil tindakan yang melanggar tata tertib.
