Insentif Atlet dan Pelatih Garut Naik Jadi Rp300 Ribu, KONI Bidik 70 Emas Porprov

Wakil Ketua 4 KONI Garut, Agus Barkah. (Ale/Radar Garut)
Wakil Ketua 4 KONI Garut, Agus Barkah. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Atlet dan pelatih kontingen Kabupaten Garut yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mulai menerima insentif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Garut.

Insentif sebesar Rp300 ribu per bulan tersebut diberikan untuk membantu biaya transportasi atlet dan pelatih selama menjalani latihan.

Wakil Ketua IV KONI Kabupaten Garut, Agus Barkah atau biasa disapa Abar, mengatakan nilai insentif kali ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan persiapan Porprov sebelumnya.

Baca Juga:Kunjungi Korban Kebakaran di Bungbulang, Yudha Dorong Dana CSR untuk Pemulihan RumahKekurangan Personel, Damkar Garut Optimalkan Penugasan Pegawai Lintas SKPD

“Itu naik. Pada Porprov sebelumnya hanya Rp250 ribu, sekarang menjadi Rp300 ribu,” ujar Abar.

Mengenai kecukupan nilai tersebut untuk menunjang kebutuhan latihan, Abar menjelaskan besaran insentif telah disesuaikan dengan kemampuan anggaran KONI Garut.

“Kenapa hanya Rp300 ribu? Karena kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Tentu berbeda dengan kota-kota besar seperti Bogor karena anggarannya sangat besar,” jelasnya.

Meski masih terbatas, pemberian insentif diharapkan dapat membantu kebutuhan transportasi sekaligus menjaga semangat atlet dan pelatih selama mempersiapkan diri.

Pada Porprov Jawa Barat 2026, kontingen Kabupaten Garut dijadwalkan mengikuti 53 cabang olahraga. KONI memasang target utama meraih 70 medali emas.

Namun, Abar menyebut perolehan minimal 50 medali emas tetap menjadi sasaran realistis. Jumlah tersebut diperkirakan dapat membawa Kabupaten Garut menembus peringkat 10 besar.

“Kalau targetnya memang 70 emas, tetapi kita realistis saja. Minimal 50 emas karena kalau dikalkulasikan, hasil itu bisa membawa Garut masuk 10 besar,” pungkasnya. (Muhamad Rizki)

0 Komentar