IHSG Anjlok Di Penghujung Bulan Juni 2026

(Unsplash/radargarut.id)
IHSG anjlok lebih dari 3% (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Pasar modal Indonesia kembali menutup bulan Juni 2026 dengan catatan yang kurang menggembirakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 30 Juni 2026, kembali berada di zona merah dan mengalami koreksi tajam. Indeks acuan utama tersebut melemah 177,60 poin atau setara 3,05 persen, menutup perdagangan di level 5.643,19.

Angka ini menandakan bahwa IHSG masih kesulitan keluar dari tekanan sepanjang akhir semester I tahun 2026. Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG secara keseluruhan.

Baca Juga:Nadiem Makarim Nangis Haru Disambut Driver Gojek di PN Tipikor Jakpus Jelang Vonis Kasus ChromebookIni Alasan Suhu Dingin Di Indonesia Saat Musim Panas

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar juga ikut tertekan. Indeks ini turun 19,90 poin atau 3,47 persen ke level 553,10. Kondisi ini memperkuat sentimen bahwa investor masih belum menemukan momentum positif di pasar saham domestik memasuki paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 875 saham mengalami penurunan harga, sementara 230 saham lainnya stagnan atau tidak berubah.

Nilai transaksi sepanjang hari mencapai Rp14,5 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski arah pergerakan mayoritas saham cenderung turun.

Beberapa saham yang mencatat penurunan signifikan antara lain MLPT yang turun Rp800 menjadi Rp17.200 per lembar, POLU turun Rp950 ke Rp11.700, serta DNET yang melemah Rp600 menjadi Rp9.800 per lembar.

Di sisi lain, saham-saham big cap seperti BBCA, BBRI, dan TPIA tetap menjadi yang paling aktif diperdagangkan. BBCA mencatat transaksi hingga 87.107 kali senilai Rp2,5 triliun, diikuti BBRI sebanyak 57.508 kali (Rp958 miliar), dan TPIA sebanyak 51.562 kali (Rp655 miliar).

Hal ini mengindikasikan bahwa meski pasar secara keseluruhan lesu, investor masih menaruh perhatian pada saham-saham blue chip perbankan dan sektor industri tertentu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG

Beberapa analis menyebut pelemahan IHSG akhir-akhir ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Dari sisi global, ketidakpastian suku bunga The Fed, gejolak geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas masih menjadi bayang-bayang.

Baca Juga:Rahasia Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026: Pahala Setara Puasa Setahun yang Tak Boleh Dilewatkan!Setelah Dikecam Publik, Komnas Perempuan Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial

Sementara di dalam negeri, tekanan pada sektor manufaktur yang dilaporkan Kemenperin serta kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi turut memberikan dampak.

Meski demikian, beberapa pihak optimistis bahwa Juli 2026 bisa menjadi titik balik. “Semoga Juli 2026 membuat IHSG kembali gagah,” demikian harapan yang disampaikan dalam laporan pasar.

0 Komentar