GARUT – Sekitar 65 persen pemilih di Kabupaten Garut pada Pemilu 2029 mendatang diperkirakan merupakan pemilih pemula. Besarnya proporsi tersebut membuat generasi muda berpotensi menjadi salah satu kekuatan yang menentukan arah politik dan kekuasaan di Garut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid yang akrab disapa Ayi, mengatakan perkiraan tersebut mengacu pada proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan secara berkala.
“Untuk 2029 nanti sekitar 65 persen yang diperkirakan usianya adalah pemilih pemula,” ujar Ayi.
Baca Juga:Atam, Pejuang yang Gugur di Leuwigoong Jejaknya yang Masih Dijaga WargaPAD Garut Tembus 50 Persen, Bapenda Bidik Capaian di Atas 90 Persen
Menurutnya, jumlah tersebut sangat signifikan dalam sebuah kontestasi politik. Pemilih pemula memiliki hak yang sama dengan pemilih lainnya untuk menentukan kandidat yang akan menduduki jabatan politik.
“Kalau kontestasi pemilu, baik itu pemilu maupun pilkada, sangat (berpengaruh). Itu kan hak semua warga masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih,” katanya.
Besarnya jumlah pemilih pemula membuat pilihan politik generasi tersebut berpotensi memengaruhi hasil Pemilu maupun Pilkada. Kandidat yang mampu mendapatkan kepercayaan kelompok pemilih tersebut akan memiliki peluang memperoleh tambahan kekuatan elektoral yang besar.
Karena itu, Bawaslu Garut mendorong agar pemilih pemula tidak hanya diposisikan sebagai objek yang menjadi sasaran kampanye peserta Pemilu.
Mereka juga perlu mendapatkan pendidikan politik agar mampu menentukan pilihan secara rasional sekaligus memahami proses demokrasi, termasuk untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara patisipatif.
Bawaslu Garut saat ini melakukan edukasi kepemiluan melalui kerja sama dengan sejumlah sekolah negeri maupun swasta. Pendidikan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan pengawasan Pemilu secara partisipatif.
Ayi mengatakan partisipasi pemilih tidak seharusnya berhenti pada penggunaan hak suara di tempat pemungutan suara. Masyarakat juga dapat terlibat dalam mengawasi berbagai tahapan Pemilu.
Baca Juga:Nikmati Perjalanan Merdeka Dengan Diskon Istimewa dari Daop 2 BandungDEN Minta Pengembangan Panas Bumi di Garut Dipercepat
“Memaknai partisipasi itu tidak hanya sekadar datang pada saat hari H di TPS. Harapan Bawaslu bagaimana masyarakat ikut terlibat dari awal proses,” katanya.
Bawaslu juga melibatkan siswa yang aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS dalam pelatihan kepemiluan. Mereka diharapkan menjadi pionir yang dapat menyebarkan pengetahuan mengenai demokrasi dan pengawasan Pemilu kepada lingkungan sekitarnya.
