Di Usia 91 Tahun, Hansip Garut Menitikkan Air Mata Saat Dianjikan Renovasi Rumah dan Pekerjaan Baru

Hansip Iwan Kuswanto Saat Dipanggil KDM Ke Mimbar Upacara. (Ale/Radar Garut)
Hansip Iwan Kuswanto Saat Dipanggil KDM Ke Mimbar Upacara. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Suasana pemusnahan barang kena cukai ilegal di Alun-alun Garut, Rabu (24/6), yang semula berlangsung formal mendadak berubah haru. Ratusan pasang mata tertuju ke seorang lelaki renta yang perlahan melangkah menuju podium setelah namanya dipanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Lelaki itu adalah Iwan Kuswanto, seorang anggota Hansip yang telah berusia 91 tahun. Meski usianya sudah senja, semangatnya menjaga keamanan lingkungan belum juga surut.

Di hadapan masyarakat dan para pejabat yang hadir, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasinya kepada Iwan. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, Dedi menjanjikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk memperbaiki rumah sang hansip.

Baca Juga:Kantor Kelurahan Pataruman Dinilai Perlu DirehabilitasiPSSI Garut Sebut Talenta Sepak Bola Lokal Terus Bermunculan

“Saya kasih uang Rp50 juta ya untuk perbaikan rumah,” ucap Dedi yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Raut bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah Iwan. Dengan suara bergetar, ia mengaku tidak pernah menyangka akan mendapat perhatian sebesar itu.

Kebahagiaan Iwan tak berhenti sampai di situ. Selain bantuan renovasi rumah, ia mengaku juga dijanjikan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di ruas jalan provinsi wilayah Kecamatan Cilawu.

“Katanya saya mau dijadikan petugas kebersihan. Ya bersyukur, senang,” tuturnya sambil tersenyum.

Di balik senyumnya, tersimpan perjalanan hidup yang panjang. Iwan mengaku telah mengabdikan diri sebagai hansip sejak berusia sekitar 70 tahun. Kini, di usia 91 tahun, ia telah dikaruniai lima orang anak.

Sambil menunjukkan kartu tanda penduduknya, Iwan bercerita mengenai usianya yang sebenarnya.

“Kalau di KTP tertulis lahir tahun 1936, padahal aslinya 1935,” ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga:Anggota DPRD Gelar Donor Darah dan Layanan Publik Terpadu di PatarumanLibur Panjang Mei Dongkrak Kunjungan Wisata ke Garut, Okupansi Hotel Capai 80 Persen

Selama bertugas sebagai hansip, Iwan hanya menerima honor sekitar Rp50 ribu per bulan. Nilai yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun tak pernah menyurutkan niatnya untuk terus mengabdi.

Kini, harapan baru mulai terbuka. Pekerjaan sebagai petugas kebersihan jalan provinsi yang dijanjikan kepadanya diperkirakan memberikan upah sekitar Rp130 ribu per hari, sebuah perubahan besar bagi kehidupan Iwan.

Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin sekadar angka. Namun bagi Iwan, perhatian yang diterimanya menjadi pengakuan atas puluhan tahun pengabdian yang selama ini dijalani dalam diam.

0 Komentar