GARUT – Kabupaten Garut masih menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk berlibur. Beragam destinasi menjadi daya tarik, mulai dari pemandian air panas Cipanas dan Darajat, Situ Bagendit, Candi Cangkuang, kebun binatang, Gunung Papandayan, Tepas Papandayan, hingga kawasan pantai di Garut Selatan.
Pada Mei 2026, sejumlah libur panjang dan akhir pekan panjang turut mendorong peningkatan kunjungan ke berbagai objek wisata dan hotel di Kabupaten Garut.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut, H. Ato Hermanto mengatakan tingkat hunian hotel di Garut selama masa libur panjang pada Mei cukup tinggi.
“Kalau okupansi hotel alhamdulillah 80 persen habis terisi,” kata Ato.
Baca Juga:Disperindag ESDM Bertahap Revitalisasi Sejumlah Pasar di Garut420 Warga Garut Ikuti Pelatihan Vokasi Agroforestry, Disiapkan Jadi Tenaga Kerja dan Wirausahawan
Ato menjelaskan, persaingan sektor pariwisata saat ini semakin ketat. Karena itu, diperlukan strategi promosi bersama antara pelaku usaha hotel dan restoran, PHRI, serta Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Nah, sekarang bagaimana Garut ini bisa para pengusaha hotel dan restoran, termasuk dengan pemerintah, dengan dinas pariwisata membuat satu promosi bersama, membuat satu paket-paket wisata yang sifatnya bisa dijual ke paket wisata keluarga,” jelasnya.
Menurut Ato, Garut memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata kuliner, wisata edukasi melalui kunjungan ke sentra kerajinan, wisata olahraga, hingga wisata budaya.
Ia menilai berbagai potensi tersebut perlu dikemas secara menarik agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus berdampak pada okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata.
“Nah itu bagaimana kemasan potensi wisata itu bisa dikemas oleh kita semua, oleh hotel restoran, oleh dinas pariwisata juga tentunya,” katanya.
Sementara itu, Subkoordinator Pengembangan Data dan Informasi Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan pada Disparbud Garut, Bambang Prasetyo, mengatakan jumlah kunjungan wisata ke Garut selama Mei 2026 mencapai 222.370 pengunjung.
Bambang menyebut, Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan menjadi destinasi favorit wisatawan. Sepanjang Mei 2026, TWA Papandayan dikunjungi 39.193 wisatawan, terdiri dari 59 wisatawan mancanegara dan 39.134 wisatawan nusantara.
Baca Juga:Bupati Garut Turunkan Tim Inspektorat Awasi SPMB 2026/2027, Antisipasi Kecurangan di SekolahDisparbud Garut Percepat Penerapan E-Ticketing, untuk Cegah Pungli di Destinasi Wisata
“TWA Papandayan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 59 pengunjung dan wisatawan nusantara 39.134 sehingga totalnya 39.193 pengunjung,” katanya.
Di posisi kedua, kawasan wisata air panas Cipanas Garut mencatat 27.075 kunjungan wisatawan nusantara. Sementara posisi ketiga ditempati Agrowisata Tepas Papandayan dengan 26.155 kunjungan.
