GARUT — Sistem e-ticketing untuk destinasi pariwisata di Kabupaten Garut disebut telah rampung secara sistem. Namun, penerapannya secara menyeluruh masih menunggu ketersediaan perangkat pendukung akibat adanya efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan secara kesisteman program e-ticketing tersebut telah selesai.
Saat ini, pihaknya tinggal menyiapkan sejumlah perangkat untuk mendukung penerapan sistem di lapangan.
Baca Juga:Tramadol dan Miras Marak di Garut, ABAG Desak Polisi Bongkar Jaringan Sampai BandarnyaPKL di Jalan Terusan Pembangunan Garut Ditertibkan
“E-ticketing sudah selesai secara kesisteman sbetulnya, tinggal implementasi alatnya” ujar Beni Yoga, Senin 10 Agustus 2026
Menurutnya, pihakanya sebelumnya berharap mendapatkan dukungan anggaran untuk pengadaan perangkat tersebut.
Namun, adanya kebijakan efisiensi anggaran membuat rencana pengadaan belum dapat direalisasikan secara optimal.
Perangkat yang dibutuhkan antara lain telepon seluler (HP), printer, serta mesin atau perangkat pendukung lainnya yang diperlukan dalam proses penerapan e-ticketing di destinasi wisata.
Meski begitu, Disparbud Garut masih menunggu perkembangan terkait kemungkinan perubahan anggaran. Jika terdapat ruang anggaran, pengadaan perangkat pendukung diharapkan dapat segera dilakukan sehingga sistem e-ticketing bisa diterapkan secara lebih luas.
“Kita masih menunggu, mudah-mudahan ada perkembangan terkait dengan perubahan anggaran dan sebagainya, sehingga kita punya kesempatan untuk pengadaan alat pendukungnya, seperti HP, printer, terus mesin,” imbuhnya.
Sambil menunggu ketersediaan perangkat, Disparbud Garut berencana memanfaatkan sistem yang sebelumnya telah diterapkan di dua destinasi wisata, yakni Situ Bagendit dan Candi Cangkuang.
Baca Juga:Pelantikan Kades Definitif di Garut Ditargetkan Digelar Senin, Tinggal Dua Desa Selesaikan TahapanKekosongan Kepsek di Garut Kembali Bertambah, Disdik Targetkan 398 Terisi Tahun ini
Kedua lokasi tersebut dinilai dapat menjadi tahap awal untuk mengembangkan penerapan e-ticketing sebelum sistem baru diterapkan secara penuh di destinasi lainnya.
“Karena dua lokasi sudah dipakai duluan, ada Bagendit dan Cangkuang. Ini kan hanya lokal saja. Kita mau coba afiliasikan dulu dengan yang dua itu,” ujarnya.
Beni menjelaskan, penerapan sistem baru di sejumlah destinasi lainnya masih membutuhkan dukungan perangkat.
Oleh karena itu, integrasi dengan sistem yang telah berjalan di Situ Bagendit dan Candi Cangkuang menjadi salah satu opsi sementara yang dapat dilakukan.
Dengan langkah tersebut, penerapan e-ticketing di sektor pariwisata Garut tetap dapat berjalan meski belum seluruh destinasi didukung perangkat baru.
