GARUT – Kontingan Pramuka Kabupaten Garut telas resmi dilepas untuk mengikuti Kegiatan Jambore Nasional ke 12 di Cibubur, Jakarta Timur.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, rombongan kontingen Garut yang akan berangkat pada Jambore Nasional sebanyak dengan total 38 orang.
“Rombongan kita terdiri dari dua regu putra, dua regu putri, masing-masing regunya 8 orang. Sehingga ada 16 penggalang putra, ada 16 penggalang putri total 32. Didampingi oleh dua orang pendamping putra, dua orang pendamping putri, dan satu pimpinan kontingen masing-masing satu dari putri pimpinan kontingen putri, pimpinan kontingen putra,” ujarnya saat diwawancarai di Lapangan Setda Garut, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga:Dishub Garut Tetapkan 16 Titik Parkir Resmi di Kawasan PerkotaanJalan Singajaya-Banjarwangi Sudah Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Tunggu Hasil Verifikasi
Ia menyebutkan, kegiatan Jambore Nasional berlangsung dari tanggal 10 hingga 21 Agustus. “Rombongan kita akan berangkat nanti malam, mempersiapkan segalanya dari mulai mendirikan tenda dan tentu saja fasilitas yang lainnya,” sebutnya.
Ia menjelaskan, Jambore Nasional ini sifatnya hanya pertemuan Pramuka penggalang seluruh Indonesia, maka diharapkan Kontingen Garut bisa mengikuti seluruh kegiatan.
“Karena ini sifatnya hanya pertemuan pramuka penggalang se-Indonesia, jadi kita memberikan semangat pada anggota kontingen kita untuk bisa mengikuti setiap kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh panitia di Kwartir Nasional,” jelasnya.
Namun, kata Ade, untuk tahun 2026 sekarang terkait sertifikat atau tanda penghargaannya akan diukur dari banyaknya kegiatan yang diikuti.
“Kegiatannya banyak sekali hampir ratusan kegiatan. Nah manti ada berapa persen lah begitu ya, kalau mereka mengikuti 90 persen baru mereka mendapatkan TISKA (Tanda Ikut Serta Kegiatan) atau tanda penghargaan,” katanya.
Menurut Ade, peserta Jambore Nasional ini diikuti oleh seluruh kwarran masing-masing di Kabupaten Garut, dikarenakan kuota terbatas hanya mengirim 32 orang otomatis ada beberapa kwarran yang tidak diikutsertakan.
“Ya memang kita inikan ke Kwarran masing-masing. Di Kwarran masing-masing hanya itu tadi, kuota kita terbatas ya, hanya ada 16 putra, 16 putri, 32 orang. Sementara jumlah Kwarran kita 42 jadi ada Kwarran yang tidak bisa mengikutsertakan karena kuotanya terbatas,” ucapnya.
Baca Juga:Iwan Bertahan Menjual Koran di Tengah Gempuran DigitalDisdik Garut Sebut Masuk Sekolah 06.30 Berpotensi Dipermanenkan, Hasil Evaluasi Disambut Baik Seluruh Pihak
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, Yusuf Satria Gautama, mengatakan pihaknya mengirimkan 4 orang, yang terdiri dari kelas 7,8 hingga kelas 9.
