RADARGARUT– Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, menjadi titik berkumpulnya massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur.
Kelompok massa ini menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
​Koordinator aksi, Edi Marzuki, mengeklaim bahwa ia bersama sekitar 10 ribu massa mendatangi lokasi guna memastikan program pemenuhan gizi tersebut tidak dihentikan.
Baca Juga:Dulu Jadi Ikon Reformasi Masa Orba, Budiman Sudjatmiko Kini Dicap Penjilat RezimPolres Garut Jemput DPO Kasus Pengeroyokan Di Kalimantan Tengah
Ia menegaskan bahwa pihak mana pun yang mencoba menentang program MBG akan berhadapan dengan barisan massa pendukung kebijakan tersebut.
Selain mendesak keberlanjutan program, massa aksi juga menyerukan tuntutan lain, termasuk penegakan hukum untuk menangkap para pelaku korupsi.
​Aspirasi Diterima Kemensesneg
​Di tengah berlangsungnya unjuk rasa, perwakilan dari massa aksi berkesempatan untuk melakukan audiensi langsung dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).
Dalam pertemuan tersebut, para delegasi menyampaikan langsung kekhawatiran dan aspirasi masyarakat dari berbagai kecamatan di Jakarta Timur.
​Menanggapi kedatangan perwakilan massa, Wamensesneg Juri Ardiantoro menyatakan bahwa poin utama yang disampaikan oleh masyarakat adalah penolakan terhadap penghentian program MBG.
Warga menganggap program ini bernilai positif dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, sehingga keberlangsungannya harus terus dipertahankan oleh pemerintah.
​Arus Lalu Lintas Kembali Normal
​Aksi unjuk rasa ini sempat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar pusat kota. Pihak kepolisian sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses kendaraan dari dan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah Patung Kuda, serta mengalihkan kendaraan melewati Jalan H. Agus Salim atau memutar balik ke arah Gambir.
Baca Juga:Pernah Berkuliah di UGM dan Jadi Aktivis, Kini Budiman Sudjatmiko Dikecam MahasiswaHarga Emas Dunia Menguat Tajam, tapi Penjualan Emas di Indonesia Tetap Lesu: Mengapa Masyarakat Ogah Beli?
​Meski demikian, situasi kembali kondusif setelah massa membubarkan diri secara tertib. Sekitar pukul 17.30 WIB, aparat kepolisian mulai membuka kembali seluruh lajur jalan yang sempat ditutup, sehingga arus lalu lintas di kedua arah di kawasan Patung Kuda terpantau kembali normal dan lancar. (*)
