BMKG Garut Peringatkan Potensi Hujan Ringan Hari Ini

Berkendara Saat Hujan di Libur Nataru? Tenang, Ini Dia 10 Tips Aman Liburan biar Tetap Nyaman. (Foto: Freepik)
Berkendara Saat Hujan di Libur Nataru? Tenang, Ini Dia 10 Tips Aman Liburan biar Tetap Nyaman. (Foto: Freepik)
0 Komentar

RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026, didominasi hujan ringan di sebagian besar wilayah. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di pagi hingga sore hari.

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG untuk Kabupaten Garut, hampir seluruh kecamatan di wilayah utara, tengah, dan sebagian selatan diperkirakan mengalami hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 15–28 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 48–99 persen.

Di kawasan pusat seperti Garut Kota, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan suhu 17–26 °C dan kelembapan 58–99 persen. Kondisi serupa juga berlaku di Karangpawitan (17–27 °C), Tarogong Kaler (17–27 °C), Tarogong Kidul (16–26 °C), Banyuresmi (17–28 °C), Leles (17–28 °C), Kadungora (17–28 °C), serta sejumlah kecamatan lain seperti Malangbong, Sukawening, Bayongbong, Cilawu, dan Bl. Limbangan.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara Soal Program Pelatihan yang Wajibkan Peserta Jalan Diatas ApiMasyarakat Keluhkan Garut International Kite Festival, Sebut Harga Tiket Masuk Tidak Sebanding

Masyarakat di wilayah dataran tinggi dan perbukitan seperti Samarang, Pasirwangi, Cisurupan, dan Sukaresmi juga diimbau waspada. Hujan ringan dengan suhu lebih rendah, sekitar 13–26 °C, berpotensi membuat jalanan licin dan mengurangi jarak pandang.

Sementara itu, beberapa wilayah di bagian selatan Garut menunjukkan kondisi lebih cerah. Kecamatan seperti Pameungpeuk diprakirakan cerah dengan suhu 22–28 °C, Cibalong cerah 22–28 °C, Cikelet cerah 20–28 °C, serta Peundeuy dan Cisompet yang cenderung cerah hingga berawan. Perbedaan ini disebabkan oleh topografi dan pengaruh angin lokal.

Kelembapan udara yang tinggi di hampir seluruh wilayah meningkatkan risiko kabut tipis di pagi hari, terutama di kawasan pegunungan. Selain itu, hujan ringan yang berlangsung secara sporadis dapat memicu genangan di jalan-jalan rendah atau saluran drainase yang kurang baik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Pengendara motor dan mobil disarankan memperlambat laju kendaraan, menyalakan lampu, dan menghindari area rawan longsor atau banjir bandang.

Petani diimbau menunda aktivitas di lahan terbuka jika hujan mulai mengguyur, sementara pelaku usaha dan wisatawan diminta menyiapkan payung atau jas hujan.

0 Komentar