RADARGARUT– Harga emas dunia sedang dalam tren penguatan setelah munculnya kabar positif kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, ironisnya, di pasar domestik Indonesia, penjualan emas perhiasan dan investasi justru masih mengalami penurunan signifikan.
Fenomena ini menunjukkan adanya disconnect antara pasar global dan daya beli masyarakat Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Menurut data terkini, harga emas global telah bergerak naik pasca berita damai tersebut.
Meski sempat fluktuatif, emas tetap dilihat sebagai safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia. Di Indonesia sendiri, harga emas Antam dan produk serupa di Pegadaian juga menunjukkan sedikit penguatan, namun hal itu belum cukup untuk menggairahkan permintaan konsumen.
Baca Juga:Sudah Terlanjur Dibayar, BGN Komitmen Maksimalkan Motor Listrik Kepala SPPGAkibat Bentrok Dengan Polisi, 4 Mahasiswa Pendemo Dilarikan Ke Rumah Sakit
Sejumlah pedagang emas di berbagai daerah mengeluhkan kondisi pasar yang lesu. Fahmi, pemilik toko emas di Bogor, Jawa Barat, mengatakan bahwa sejak setelah Lebaran Idul Fitri 2026 hingga pertengahan Juni ini, penjualan terus menurun.
“Hingga saat ini belum ada pergerakan yang berarti. Kondisinya masih sama, bahkan penjualan terus menurun. Bisa bertahan seperti sekarang saja sudah cukup baik,” ujarnya.
Biasanya, menjelang tahun ajaran baru sekolah, masyarakat ramai menjual emas untuk membiayai pendidikan anak. Namun, tahun ini fenomena tersebut belum terlihat sama sekali.
Harga perhiasan emas yang relatif stagnan di tingkat retail membuat masyarakat enggan membeli, meskipun harga global naik. Faktor utama yang menjadi penghambat adalah daya beli masyarakat yang masih lemah akibat tekanan inflasi, harga kebutuhan pokok yang tinggi, dan ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi yang berkepanjangan.
Di sisi lain, emas tetap diakui sebagai instrumen investasi yang tangguh. Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI), Anton Sukarna, menegaskan bahwa emas memiliki karakteristik sebagai aset aman yang telah dikenal luas masyarakat.
Emas menjadi pilihan ideal untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, terutama di tengah volatilitas mata uang dan instrumen keuangan lainnya.
Produk cicil emas digital dan tabungan emas di bank syariah serta platform fintech justru menunjukkan peningkatan minat di kalangan generasi muda yang sadar investasi. Namun, untuk emas fisik perhiasan, permintaan masih lesu karena dianggap kurang fleksibel dan membutuhkan modal besar.
