Pernah Berkuliah di UGM dan Jadi Aktivis, Kini Budiman Sudjatmiko Dikecam Mahasiswa

(Disways)
Budiman Sudjatmiko, alumnus UGM dan aktivis Orba yang kini dikecam mahasiswa (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Sebuah kisah penuh ironi terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut, kini menjadi sasaran kemarahan mahasiswa.

Acara diskusi bertema Pancasila yang seharusnya berjalan akademis berubah ricuh, berujung pada aksi “pengusiran” terhadap Budiman dan dua pejabat tinggi lainnya.

Budiman Sudjatmiko lahir pada 10 Maret 1970 di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Masa kecilnya dihabiskan di Bogor, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus pada 1986.

Baca Juga:Sudah Terlanjur Dibayar, BGN Komitmen Maksimalkan Motor Listrik Kepala SPPGAkibat Bentrok Dengan Polisi, 4 Mahasiswa Pendemo Dilarikan Ke Rumah Sakit

Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 5 Bogor serta SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Setelah lulus SMA, Budiman melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, perjalanan akademiknya tidak mulus.

Kegiatannya sebagai aktivis mahasiswa yang vokal kala itu membuatnya drop out dari UGM. Aktivisme Budiman semakin intens, termasuk terlibat dalam Mimbar Bebas yang berujung pada penjaraannya di era Orde Baru.

Setelah bebas, ia melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Ia menempuh studi Ilmu Politik di Universitas London dan melanjutkan ke Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.

Kini, sebagai pejabat pemerintahan, Budiman kembali ke UGM dalam kapasitas berbeda. Ia hadir sebagai pembicara dalam diskusi bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Alih-alih mendapat sambutan hangat sebagai “alumnus”, Budiman justru digeruduk dan diusir mahasiswa. Massa aksi menuntut pertanggungjawaban atas berbagai isu, mulai dari kegagalan pengentasan kemiskinan, masalah agraria, hingga kondisi ekonomi nasional yang dinilai memburuk.

Banyak yang melihat ini sebagai ironi sejarah. Dulu Budiman adalah aktivis kritis yang rela meninggalkan bangku kuliah demi memperjuangkan idealismenya. Kini, ia dicap sebagai bagian dari pemerintahan yang dianggap gagal oleh generasi mahasiswa baru.

Beberapa mahasiswa bahkan menyebutnya “penjilat rezim”, meski Budiman memiliki latar belakang perjuangan yang panjang melawan Orde Baru. Peristiwa ini mencerminkan dinamika generasi dan pergeseran perspektif.

0 Komentar